blair bushLondon, LiputanIslam.com — Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair membantah dirinya berada di balik penundaan dibukanya laporan penyelidikan Perang Irak oleh komisi khusus yang dibentuk pemerintah dan parlemen paska serangan AS, Inggris dan sekutu-sekutunya ke Irak tahun 2003.

Blair bahkan mengklaim bahwa ia lebih senang jika laporan itu dibuka. Ia menyebut laporan itu memungkinkannya untuk membuktikan bahwa keputusannya menyerang Irak tahun 2003 lalu adalah “langkah yang tepat”.

Ketua komisi penyelidikan, Sir John Chilcot, baru-baru ini mengatakan bahwa ‘tidak ada kemungkinan realistik’ laporan itu dibuka sebelum pemilu bulan Mei mendatang. Hal ini kontan membuat marah beberapa anggota parlemen yang sejak lama menuntut komisi laporan dibuka secepatnya.

Berbicara kepadsa BBC dalam forum ekonomi Davos, Rabu (21/1), Blair mengatakan bahwa mereka yang menuduhnya berada di balik penundaan publikasi laporan adalah “sepenuhnya keliru” dan bahwa tidak ada yang bisa mencegah komisi penyelidik untuk mempublikasikan laporannya.

“Jangan pedulikan pemilu, saya bingung mengapa belum juga dipublikasikan sejak beberapa waktu lalu,” kata Blair.

Dalam sebuah surat kepada Perdana Menteri David Cameron, Sir John Chilcot baru-baru ini mengatakan, bahwa “terdapat perkembangan substantif” atas laporan tersebut, namun masih diperlukan waktu untuk memungkinkan masyarakat memberikan respon. Ia menyebut diperlukan waktu beberapa bulan lagi untuk menyelesaikan seluruh laporan.

Nick Clegg, anggota parlemen dari partai Liberal Democrat yang menentang Perang Irak mengatakan pihaknya khawatir laporan tersebut tengah “dipermak”.

“Saya berbicara tentang orang-orang yang biasa melakukan hal-hal di belakang layar,” katanya mengklaim.

Dalam balasannya kepada Sir John Chilcot mengatakan bahwa dirinya menyesalkan mengapa laporan itu tidak dipublikasikan oleh pemerintahan sebelumnya.

Komisi penyidik Perang Irak dibentuk tahun 2009 dan pada tahun 2011 melakukan dengar pendapat terakhirnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*