no to isis selasaBaghdad, LiputanIslam.com Militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan telah membentuk organisasi khusus yang mengirimkan para perempuan ke zona perang di Timur Tengah sebagai pekerja seks.

Dari laporan yang diterima, para teroris Takfiri ini membuka “biro nikah” yaitu pernikahan antara para wanita yang akan melayani kebutuhan biologis para militan ISIS, yang tengah bertempur di Suriah dan Irak.

Syrian Observatory for Human Rights, mengungkapkan bahwa “pernikahan” ini dilakukan dikota Al-Bab, provinsi Allepo, Suriah. Menurutnya, mereka merekrut wanita-wanita lajang dan para janda, mendaftarkan nama dan tempat tinggal mereka.

Pada bulan Juni, militan ISIS di Irak yangberhasil mengntrol kota kaya minyak di Mosul, memerintahkan warga untuk menyerahkan para wanita di kota tersebut untuk melayani kebutuhan seks mereka.

Militan yang bengis ini juga mengancam dan menakuti para penduduk yang berani menentang perintah. ISIS tidak segan-segan untuk melakukan kejahatan kemanusiaan di Irak dan Suriah, seperti melakukan eksekusi masal dengan cara-cara sadis seperti menggorok leher, menyalib, atau menembak dari jarak dekat.

Sejak perang Suriah meletus pada tahun 2011, berbagai video klip yang dirilis menunjukkan berbagai tindakan kriminal yang dipertontonkan teroris ISIS, termasuk menyerang penduduk sipil yang tidak berdaya. ISIS, yang merupakan turunan dari Al-Qaeda, berada dibalik masifnya pengeboman yang menargetkan penduduk sipil, tentara dan pemerintah, di Suriah dan Irak selama bertahun-tahun.

Menurut laporan Press TV, 29 Juli 2014, 170.000 korban jiwa telah melayang dan jutaan lainnya mengungsi akibat krisis Suriah yang berlangsung selama tiga tahun lebih.

Sementara di Irak, pasca jatuhnya Mosul pada bulan Juni ke tangan ISIS, ribuan jiwa telah melayang dan penduduk terpaksa harus mengungsi ke daerah-daerah yang lebih aman. ISIS juga mengancam akan menaklukkan Baghdad.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi menyerukan kepada kaum Muslimin di seluruh dunia untuk berbai’at kepadanya. Namun Khilafah Islamiyah ala ISIS ini ditentang oleh berbagai ulama. Sedangkan Edward Snowden, mantan  mantan kontraktor teknik Amerika Serikat dan karyawan Central Intelligence Agency (CIA) mengungkapkan bahwa lembaga pelayanan intelejen dari tiga negara yaitu Amereka Serikat, Inggris dan Zionis Israel tengah bekerja sama membentuk ISIS. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL