protes hollywoodBaverly Hills, LiputanIslam.com — Sejumlah bintang Hollywood terlibat dalam aksi protes terhadap Baverly Hills Hotel yang terkenal, karena menerapkan prinsip syariah yang ditetapkan pemerintah Brunei sebagai pemilik hotel tersebut.

Komedian Jay Leno dan Ellen DeGeneres termasuk di antara bintang Hollywood yang melakukan aksi boikot terhadap Beverly Hills Hotel dan beberapa hotel lain di AS yang dimiliki oleh kerajaan Brunei.

Sementara itu pemerintah lokal Hollywood telah mengeluarkan keputusan mengecam pemerintah Brunei atas penerapan prinsip Syariah atas Baverly Hills Hotel.

Sultan Brunei mengumumkan dimulainya penerapan hukum syariah minggu lalu. Dengan penerapan hukum tersebut, sebagai contoh, hotel tidak akan lagi menyajikan minuman beralkohol.

Beverly Hills Hotel merupakan hotel paling legendaris di kawasan Baverly Hills sehingga sulit dibayangkan jika hotel tersebut tidak lagi dikunjungi bintang-bintang Hollywood.

Bar hotel tersebut, the Polo Lounge, merupakan tempat paling sering dikunjungi para bintang Hollywood. Hotel bercat pink ini diresmikan tahun 1912 dan telah memiliki sejarah panjang dengan bintang-bintang Hollywood. Artis legendaris Elizabeth Taylor, misalnya, pernah tinggal di hotel ini sejak kecil hingga dewasa. Aktor legendaris Richard Burton juga pernah tinggal lama di hotel ini. Selebritis lainnya yang pernah tinggal lama di hotel ini adalah pengusaha dan penerbang legendaris Howard Hughes, aktor Tom Cruise dan penyanyi rock Ozzy Osbourne.

Menyusul pengumuman penerapan prinsip syariah di hotel tersebut, Motion Picture & Television Fund dan International Women Media Foundation mengumumkan akan memindahkan acara-acara yang digelar dari hotel tersebut.

Walikota Beverly Hills, Lili Bosse, telah mendesak dewan kota untuk mengeluarkan resolusi mengecam pemerintah Brunei dan mendesak pemerintah Brunei untuk menjual kembali hotel tersebut kepada jaringan Dorchester Collection.

Sebelumnya pada hari Sabtu (3/5), bos Virgin Group Richard Branson mengumumkan melalui akun Twitter-nya bahwa keluarga dan pegawainya tidak akan lagi tinggal di hotel tersebut hingga “Sultan menuruti HAM”. Beberapa organisasi dan perusahaan lainnya juga telah mengumumkan pemboikotan terhadap hotel itu.

Namun aksi-aksi protes dan boikot itu mendapatkan reaksi sinis dari Christopher Cowdray, CEO Dorchester Collection yang memiliki jaringan bisnis hotel besar di Amerika. Menurutnya para pemprotes telah bersikap bias karena mengabaikan fakta bahwa banyak hotel lain di AS yang dimiliki oleh negara-negara dengan catatan HAM yang buruk.

“Ada hotel-hotel lain di kota ini yang dimiliki oleh Saudi Arabia… Anda tahu, pakaian Anda mungkin saja berasal dari negara dengan masalah HAM,” kata Cowdray seraya menambahkan bahwa boikot hanya merugikan ratusan karyawan.(ca/bbc news)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL