Konferensi Pers GRUP (foto:pojokjabar.com)

Konferensi Pers GRUP (foto:pojokjabar.com)

Bogor, LiputanIslam.com–Gerakan Rakyat Untuk Pancasila (GRUP) mengecam sikap intoleransi dan keberpihakan Walikota Bogor, Bima Arya terhadap Ormas Anti Pancasila (HTI). Pasalnya, Bima Arya telah hadir sekaligus meresmikan gedung baru Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Senin (8/2/2016) lalu.

GRUP adalah aliansi 25 organisasi, antara lain GP Ansor Kota Bogor, KNPI Kota Bogor, IPNU-IPPNU, PMII, GMNI, dll. Kecaman GRUP disampaikan dalam konferensi pers di Plaza Kapten Muslihat, Taman Topi Bogor, Kamis (11/2/2016).

Ormas radikal dan buron Al Qaeda mendatangi kantor Walkot Bogor

Ormas radikal dan buron Al Qaeda mendatangi kantor Walkot Bogor

“HTI adalah ormas anti Pancasila, masa kepala daerah meresmikan gedung barunya, itu sama saja dengan mendukung ormas tersebut,” kata Imron Hidayat, Ketua GP Ansor Kota Bogor.

GRUP pula menolak aksi walikota yang seakan-akan terus melakukan pencitraan atas dirinya.

“Masih banyak kasus yang lebih penting, tapi dia (walikota) malah pencitraan terus, ini semata-mata hanya mengejar jabatan yang lebih tinggi,” kata Imron.

Selain itu walikota Bogor juga dinilai Imron telah mengkhianati Pancasila dan UUD.(Baca: Kehadiran Bima Arya di HTI Terus Tuai Kecaman)

“Ini penyalahgunaan kewenangan, maskot Kota Bogor mencerminkan kepala daerah yang akan menghancurkan negara,” ujarnya.

Nantinya, mereka akan melakukan beberapa aksi gerakan untuk mendesak Walikota Bogor untuk turun dari jabatannya. Mereka pun menghimbau kepada DPRD kota Bogor untuk melakukan hak angket atas kasus ini.

“Lebih baik walikota Bogor mengundurkan diri,” tutup Imron.(dw/pojokjabar.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL