NO2ISIS-facebook-cover-2Homs, LiputanIslam.com — Kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah memenggal empat orang pria di wilayah Homs. Keempatnya, dituduh telah menghujat, sebagaimana yang dilaporkan oleh Syrian Observatory for Human Rights. Tentunya, hal ini menambah daftar panjang korban kebiadaban ISIS.

“Sejak bulan Juni, ISIS telah membunuh 1.432 warga Suriah,” tambah laporan tersebut, seperti dilansir alalamnews, 13 Desember 2014. (Baca juga: ISIS Rebut Kota Al-Wafa, 19 Polisi Irak Tewas)

Seperti diketahui, warga dan aktivis setempat telah berulang kali mengungkapkan bahwa ISIS sangat mudah melakukan eksekusi seperti rajam/ penggal kepala terhadap warga yang dianggap telah melakukan pelanggaran.

Dan dari laporan shotussalam.com, disebutkan bahwa hukum penggal kepala tersebut dilakukan atas fatwa dari Ibnu Taimiyah. (Baca juga: Dan, Israel pun membantu ISIS)

“Barangsiapa yang mencela Allah Ta’ala sedangkan ia adalah seorang muslim maka ia wajib dibunuh berdasarkan Ijma’ karena dengan pencelaan itu ia menjadi kafir murtad bahkan lebih buruk daripada orang kafir itu sendiri karena orang kafir itu mengagungkan Rabb dan meyakini bahwa apa yang selama ini mereka anut dari dien yang bathil bukanlah pencelaan dan penghinaan kepada Allah,” demikian keterangan shotussalam.com.

Meski demikian, aksi biadab yang dilakukan ISIS mendapat kecaman dari berbagai ulama terkemuka. Syaikh Alawi Amin, ulama dan guru besar Universitas al-Azhar menyatakan bahwa tindakan ISIS sama sekali tidak merepresentasikan Islam.

“AS berada di balik barisan ini, sedangkan Zionisme internasional menggerakkan mereka yang menamakan dirinya ISIS dan mengaku Islam, padahal Islam berlepas diri dari mereka sebagaimana serigala berlepas diri dari dosa anak-anak Nabi Ya’kub as,” ujar Syekh Alawi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL