Sumber: tirto.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) mengatakan daya beli masyarakat Indonesia masih tinggi. Hal ini sesuai dengan tingkat pendapatan yang diterima masyrakat.

Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan daya beli masyarakat tidak bisa dilihat dari tingkat inflasi, tetapi juga harus melihat pendapatan yang diterima masyarakat. Sebab, jika pendapatan masih naik, maka daya beli masyarakat juga aman.

Baca: Daya Beli Petani dan Buruh Bangunan Turun Lagi

“Daya beli adalah pendapatan nominal dibagi inflasi sehingga inflasi rendah jelas meningkatkan daya beli,” kata Perry di Jakarta, Kamis (21/11).

Dia melanjutkan, konsumsi masyarakat berpendapatan rendah masih tinggi. Hal ini ditopang oleh penyaluran bantuan sosial (bansos) terhadap 40 juta penduduk. Penyaluran bansos ini mampu menopang pertumbuhan konsumsi masyarakat berpendapatan rendah.

“Bansos menopang segmen pendapatan rendah,” ujarnya.

Selain itu, jumlah masyarakat berpendapatan menengah mengalami kenaikan. Perry menyebutkan, saat ini, 61,5 persen masyarakat Indonesia masuk dalam kategori berpendapatan menengah. Padahal, pada tahun 2000 jumlahnya hanya 23 persen.

“Jadi semakin besarnya middle income ini yang juga topang daya konsumsi masyrakat. Konsumsinya cukup besar, ini terefleksi juga pada penjualan ritel yang non durable,” kata dia.

Dia menyatakan, saat ini hampir 60 persen dari konsumsi rumah tangga masih stabil dan menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi. (sh/cnnindonesia/katadata)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*