Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada Minggu pertama Agustus 2019 sebesar 0,12 persen secara bulanan (month to month). Hal ini berdasarkan pemantauan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, inflasi secara tahunan (year on year) sebesar 3,44 persen, lebih besar dibandingkan Juli 2019 sebesar 3,18 persen.

Baca: BI Prediksi Inflasi Juli 2019 Lebih Rendah

“Ini pemantauan survei harga dari BI sampai Minggu pertama Agustus 0,12 secara bulanan dan secara tahunan sebesar 3,44 persen,” kata Perry, Jumat (9/8).

Perry menilai, sejauh ini inflasi masih stabil dan sesuai dengan prerkiraan BI. Menurutnya, inflasi hingga akhir tahun pun akan berada di bawah titik tengah sasaran.

“Ini masih sesuai dengan apa yang dilakukan perkiraan BI bahwa inflasi tetap rendah dan stabil dan akhir tahun perkiraan kami masih di bawah titik tengah sasaran 3,5 persen,” ujarnya.

Dia menyebutkan, inflasi disumbang oleh komoditas cabai merah sebesar 0,09 persen, cabai rawit sebesar 0,05 persen, emas dan perhiasan sebesar 0,04 persen, dan air minum sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi adalah tariff angkatan udara sebesear 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, dan tomat sayur sebesar 0,04 persen. (sh/ekonomi.bisnis/cnnindonesia)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*