Washington, LiputanIslam.com– Menantu Presiden Trump, Jared Kushner, dilaporkan menemani Ketua Gabungan Kepala Staff AS dalam kunjungan ke Irak, pada Senin (3/04/2017).

Kushner, yang menikah dengan anak Trump, Ivanka, tidak memiliki pengalaman diplomasi, militer, atau kebijakan luar negeri. Namun, dia malah ditugaskan oleh sang presiden untuk menegahi perdamaian di Timur Tengah. Seperti dikutip dari Washington Post, kunjungannya ini menandai peran Kushner sebagai diplomat rahasia AS.

Washington Post melaporkan, Kushner telah “diikutsertakan dalam beberapa kunjungan internasional oleh Gedung Putih,” termasuk ke negara-negara seperti Cina, Meksiko, dan Kanada.

Ketua Gabungan Kepala Staff Gen. Joseph F. Dunford, Jr. “mengundang Mr. Kushner untuk bertemu pemimpin Irak, penasehat senior AS, dan mendatangi lapangan militer AS untuk melihat kondisi perlawanan terhadap ISIS di Irak dan Suriah,” tulis Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Kantor berita New York Times melaporkan, bahwa “masih tidak jelas apa yang ingin dicapai oleh Mr. Kushner dengan memperluas jangkaunnya dalam pemerintahan mertuanya,”

Selain menjadi diplomat, Kushner akan menjabat di Office of American Innovation, sebuah badan yang bertanggungjawab atas privatisasi dalam pemerintah federal.

Dan seperti halnya Trump, Kushner tidak melepaskan bisnisnya. Hal ini mendapat banyak kritikan dari publik dan ahli etika.

“Saya menilai, ada nepotisme di dalam Gedung Putih,” kata mantan penasihat Gedung Putih kepada CNN, pada minggu lalu. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL