passport asWashington DC, LiputanIslam.com — Sebanyak 1.335 warga AS menanggalkan kewarganegaraannya karena alasan menghindari pajak selama 3 bulan pertama tahun ini saja.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Jumat petang (8/5), Kantor Perpajakan AS (Internal Revenue Service) mengumumkan jumlah warga negara AS di luar negeri yang menanggalkan kewarganegaraannya karena alasan pajak.

Sebanyak 1.335 warga AS di luar negeri menanggalkan kewarganegaraannya selama kwartal pertama tahun ini. Angka itu berarti kenaikan 18% dari rekor sebelumnya. Demikian seperti dilaporkan Press TV mengutip laporan Bloomberg hari Kamis (7/5).

Sebagai perbandingan, pada tahun 2014 sebanyak 3.415 warga negara AS di luar negeri menanggalkan kewarganegaraannya karena alasan pajak.

AS asalah satu-satunya negara anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang tetap menarik pajak kepada semua warganegaranya meski tinggal di luar negeri. Sementera itu terdapat sekitar 6 juta warga AS yang tinggal di luar negeri.

Kenaikan tersebut terkait dengan UU perpajakan tahun 2010 yang memungkinkan otoritas perpajakan AS mengakses rekening bank warga negara AS di luar negeri.

Sebelumnya AS tidak terlalu ketat menarik pajak warganya yang berada di luar negeri. Namun ekonomi yang memburuk dengan defisit belanja negara yang semakin melebar memaksa pemerintah lebih mengintensifkan penarikan pajak.

Sebelumnya tahun ini walikota London, Boris Johnson, yang memegang kewarganegaraan ganda AS-Inggris, memutuskan menanggalkan kewarganegaraan AS. Ia berdalih hal itu untuk menghadapi pencalonannya sebagai perdana menteri. Namun beberapa pembantunya mengatakan kepada media lolak baha ia sengaja menghindari pajak.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL