Gaza, LiputanIslam.com–Presiden Palestina  Mahmoud Abbas mengancam akan memutus dukungan finansial terhadap Jalur Gaza “hingga 100 persen” sampai gerakan perlawanan Palestina, Hamas, setuju untuk berekonsiliasi dengan Partai Fatah miliknya.

Abbas mengeluarkan pernyataan tersebut setelah bertemu dengan politisi Israel Zehava Gal-On, seorang ketua partai sayap-kanan Meretz,  di kota Ramallah pada Senin (21/8/17).

“Kami mengirimkan $1,5 milyar pertahun [ke Hamas di Gaza],” kata Abbas, dengan menambahkan bahwa ia sudah memotong 25 persen dari dana tersebut.

Hamas dan kelompok Fatah yang dipimpin oleh Abbas, sering berselisih karena sejumlah isu yang mengakibatkan perpecahan di badan pemerintahan Palestina pada 2007. Setahun kemudian, Hamas memenangkan pemilu parlemen dan sejak Juni 2007 memimpin Jalur Gaza.

Pemerintah pimpinan Abbas baru-baru ini dikecam karena menerapkan kebijakan yang buruk terhadap Jalur Gaza dalam rangka menghentikan kekuasaan Hamas di kawasan tersebut. Salah satu sanksi ekonomi yang diberikan adalah pengurangan suplai listrik ke Gaza.

Abbas memperingatkan pada Senin (21/8/17) bahwa tindakan Hamas akan mengakibatkan perpecahan antara Gaza dan Tepi Barat.

Jalur Gaza telah berada di bawah blokade Israel sejak bulan Juni 2007. Blokade ini telah menyebabkan menurunnya kondisi kehidupan para warga, seperti tingkat pengangguran dan kemiskinan yang semakin lama semakin tinggi. (presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL