h_z507oyTexas, LiputanIslam— Meski dikenal dengan produk elektronik seperti komputer dan printer, perusahaan Hewlett-Packard atau HP ternyata juga bekerjasama dengan Israel dengan memproduksi alat yang dapat melacak dan mengontrol gerakan di Palestina.

Aktivis dari Boyycott, Divestment dan Sactions (BDS) berencana menggelar aksi demo melawan HP di Black Friday, hari belanja besar-besaran setelah hari Thanksgiving. Dengan diorganisir oleh badan Kampanye Boikot HP dan Komite Nasional BDS,  dilaporkan akan ada 99 gelaran unjuk rasa di 18 negara di seluruh dunia.

Militer Israel mengoperasikan pos pemeriksaan di berbagai titik di Tepi Barat. Untuk dapat melewati pos pemeriksaan tersebut, warga Palestina harus melakukan scanning wajah dan tangan. Alat identifikasi biometrik yang dinamakan “Basel System” ini diproduksi oleh HP Enterprise Services, sebuah perusahaan yang sebelumnya terkenal dengan nama EDS Israel.

“Data biometrik dari hampir semua warga Palestina yang berumur lebih dari 16 tahun ini dipegang oleh pemerintah Israel sebagai bagian dari aksi kontrol dan penindasan mereka,” tulis badan Kampanye Solidaritas  Palestina.

Badan U.S. Campaign for Palestinian Rights (UCPR) mengecam HP karena terlibat dalam penindasan warga Palestina. Dalam konferensi pers pada 21 November lalu, UCPR mengatakan,

“Perusahaan HP menyuplasi Israel dengan Sistem Kartu ID Biometrik untuk mencegah kebebasan warga Palestina. Mereka juga membuat server di penjara Israel di mana tahanan muda Palestina dipenjara tanpa diadili dan disiksa. Lalu juga mengatur pusat komunikasi, informasi keamanan, dan memproduksi berbagai macam layanan di pemukiman ilegal di Tepi Barat.” (ra/mintpressnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL