one billion risingJakarta, LiputanIslam.com — Binar Mentari Malahayati, remaja berusia 14 tahun, menyatakan bahwa ia akan mengambil bagian dalam pertunjukan tari One Billion Rising (OBR), untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

“Kita hidup di era dimana pelanggaran terhadap perempuan masih terjadi dan banyak perempuan yang menganggap bahwa kekerasan dalam rumah tangga adalah hal yang biasa,” ujar Binar, di sela-sela latihan tari di sebuah rumah di Kemang, Jakarta Selatan.

Dari laporan thejakartapost.com, 5 Januari 2015, disebutkan bahwa menonton film, hanging out di pusat perbelanjaan atau chatting di warung kopi, adalah persepsi masyarakat tentang dunia remaja saat ini, namun untuk gadis seperti Binar, ia meyakini bahwa perubahan tidak akan bisa dimulai dari tempat-tempat tersebut.

OBR Indonesia akan bergabung dengan kampanye global tahunan, yang dimulai oleh aktivis perempuan Amerika, Eve Ensler pada tahun 2013, untuk menari bersama pada Hari Valentine, dengan misi mendorong perempuan untuk berbicara, menari dan bangkit melawan kekerasan.

Binar menambahkan bahwa ia menyesalkan fakta bahwa banyak ibu rumah tangga di negeri ini masih terjebak dalam pola pikir patriarki yang sempit, sehingga memberi celah bagi mereka untuk menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami.

“Kita harus memutus rantai kekerasan dan mendorong perempuan untuk berbicara ketika hak-hak mereka dilanggar,” kata gadis 14 tahun.

Anak sulung dari aktivis Mugiyanto, mantan ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) ini juga menyatakan bahwa kampanye dalam bentuk tarian ini bukanlah yang pertama kali ia ikuti. Binar bersama orangtuanya selalu berpartisipasi dalam melakukan protes di Istana Negara setiap hari Kamis (yang lazim disebut Kamisan) untuk mendesak pemerintah agar menuntaskan kasus pelanggaran HAM dimasa lalu.

“Teman-teman saya di sekolah mengatakan bahwa saya menjadikan hidup ini terlalu serius, tapi saya memiliki alasan untuk itu. Saya yakin bahwa saya melakukan hal-hal untuk tujuan baik dan saya tidak bisa tinggal diam ketika masih ketidakadilan di luar sana,” katanya.

OBR Reason jakarta 3

www.radioaustralia.net.au

Remaja lain, Elsi Yulianti, seorang siswa SMA, 15 tahun, mengatakan ia turut  mengambil bagian dalam kampanye OBR karena kesal dengan tingginya jumlah kejahatan terhadap perempuan dan stigma yang ada bahwa perempuan dianggap lebih lemah dalam masyarakat.

“Banyak orang masih berpikir wanita yang lemah dan karena itu mereka memperlakukan kita berbeda. Kesetaraan gender harus diperjuangkan,” katanya.

Sedangkan Andi Gunawan dari OBR Indonesia mengatakan bahwa dia menghargai partisipasi remaja dan berharap bahwa akan ada lebih banyak lagi yang bergabung dalam acara yang rencananya, akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat pada 14 Februari 2015.

Tahun lalu, acara serupa dihadiri oleh lebih dari 300 orang. Ia berharap agar tahun ini, lebih banyak lagi masyarakat yang akan menyaksikan pertunjukan.

“Tidak seperti tahun lalu, Hari Valentine tahun ini akan jatuh pada akhir pekan sehingga kami berharap kali ini yang datang lebih banyak,” kata Andi.

Dia mengatakan pelatihan tari terbuka untuk setiap orang yang berminat, dan calon peserta juga dapat melatih gerakan dengan menonton video latihan yang akan diunggah pada website dan saluran YouTube. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*