Washington, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump didukung oleh “para milyarder.” Demikian kata Bernie Sanders, mantan kandidat dari Partai Demokrat dan pendukung rival Trump, Hillary Clinton, dalam gelaran pemilihan presiden AS 2016. Pernyataan tersebut ia lontarkan di channel CBS pada Senin (23/01/2017).

Sanders menilai, apa yang dikatakan Trump dalam acara pelantikannya pada Jumat lalu “agak lucu.”

“Mr. Trump… Presiden Trump menyalahkan pembangunan [di AS], tapi tepat di belakangnya, duduk para VIP, para milyarder,” kata Sanders.

Ketika kampanye dulu, Sanders berjanji akan menargetkan 1% kelas elit yang mengontrol ekonomi AS dan menaikkan upah  buruh–janji-janji yang juga dibuat oleh Trump untuk menarik dukungan dari pekerja kulit putih.

Namun, Sanders menilai janji-janji yang dibuat Trump adalah omong kosong belaka, karena pengusaha New York tersebut didukung oleh “orang-orang terkuat di negara ini—orang-orang yang dalam 10 atau 20 tahun terakhir telah menjadi semakin kaya, sedangkan kalangan menegah makin jatuh.”

Sanders menambahkan, “jika Mr. Trump serius ingin berpihak kepada keluarga-keluarga pekerja, maka seharusnya ia tidak mencabut asuransi kesehatan atas 20 juta pekerja. “

Untuk menarik dukungan, Trump memang berjanji dalam kampanyenya untuk mencabut ObamaCare secepatnya setelah dia berkuasa.

Hanya dalam hitungan jam setelah dilantik menjadi presiden ke-45, Trump melayangkan perintah eksekutif pertamanya di Oval Office, yaitu meminta departemen-departemen untuk “mencabut, menangguhkan, pengecualian hibah atau menunda implementasi provisi yang memperberat  beban fiskal negara bagian, perusahaan dan individu.”

Para pakar meyakini pemerintahan Trump akan mengurangi manfaat utama Obamacare seperti layanan bersalin dan kesehatan mental yang semestinya dicakup asuransi. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL