Washington, LiputanIslam.com–Ribuan orang mengikuti demonstrasi global melawan kebijakan yang dikeluarkan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (12/02/17).

Sekitar 20 kota di Meksiko dipenuhi demonstran yang memprotes retorika anti-imigran Trump dan kebijakannya mengenai pembangunan dinding Meksiko. Para pengunjuk rasa membawa banner bertuliskan, “Meksiko harus dihormati, Mr. Trump,” selagi turun menyusuri jalanan Kota Meksiko.

“Kita di sini untuk membuat Trump melihat dan merasakan bahwa seluruh negara bersatu melawannya dan melawan sikap xenophobia, diskriminatif, dan fasis-nya,” kata salah satu demonstran.

Setelah mengambil alih kepemimpinan di AS, Trump segera memesan desain konstruksi dinding berjarak 2.000 mil yang memisahkan AS dan Meksiko. Dia juga memberikan ide pajak impor barang Meksiko sebanyak 20 persen untuk menutupi biaya pembangunan dinding.

Selain itu, Trump juga pernah memanggil imigran Meksiko sebaga pemerkosa dan kriminal, dan berjanji akan mendeportasi 11 juta imigran yang tak terdokumentasi di AS.

Selain di Meksiko, demo anti-Trump juga diselenggarakan di Belgia dan Tokyo.

Di Brussels, para pengunjuk rasa berkumpul di depan kantor kedutaan AS untuk memprotes kebijakan anti-imigran Trump untuk 7 negara bermayoritas Muslim—Iran, Suriah, Irak, Libya, Yaman, Sudan, dan Somalia.

Demonstran juga berkumpul di ibukota Jepang, Tokyo, untuk mengekspresikan perlawanan mereka terhadap lengkah-langkah kontroversial Trump.

“Saya percaya ini adalah ancaman terbesar yang dihadapi Amerika dan saya pikir kami orang Amerika terlalu percaya diri bahwa ancaman tersebut tidak terjadi dan kita sedikit tidak siap atas hal ini,” kata seorang demonstran Tokyo dalam wawancara dengan kantor berita Press TV. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL