Washington, LiputanIslam.com—Peneliti dan penulis Micah Zenko dan Jennifer Wilson melakukan penelitian tentang bom-bom yang diluncurkan AS selama tahun 2016. Dalam website blogs.cfr.org, mereka merilis artikel pada 5 Januari lalu yang berisi data-data dan hasil penelitian mereka.

Selama setahun terakhir kekuasaan Presiden Obama di kursi kepresidenan,  Amerika Serikat menjatuhkan 26.171 bom di tujuh negara. Angka tersebut masih terhitung rendah, karena data yang terpercaya hanya bisa didapatkan dari Pakistan, Yemen, Somalia, dan Libya, dan definisi “satu serangan” dari Pentagon bisa berarti beberapa bom atau peluru.

Kebanyakan bom (24.287) dijatuhkan di Irak dan Suriah. Angka ini berdasarkan presentase serangan dari koalisi yang diluncurkan dalam Operation Inherent Resolve (OIR)—sebuah operasi melawan kampanye Negara Islam. Zenko dan Wilson menemukan bahwa AS mengkonduksi 79 persen dari keseluruhan serangan koalisi di Irak dan Suriah. Dari total 30.743 bom yang dijatuhkan koalisi, AS menjatuhkan 24.287 (79 persen dari 30.743).

Untuk menentukan berapa banyak bom yang dijatuhkan AS di setiap negara (Irak dan Suriah), Zenko dan Wilson melihat presentase dari serangan OIR AS. Ternyata, jumlahnya hampir terbagi sama besar, yaitu 49,8 persen (atau 2.941 serangan) di Irak dan 50,2 persen (atau 2.963 serangan) di Suriah. Maka jumlah bom yang dijatuhkan juga hampir sama di kedua negara (12.095 bom di Irak; 12.192 di Suriah). (ra/blogs.cfr.org)

*Data-data di atas diambil dari OIR antara 10 Januari 2016 sampai 31 Desember 2016.

*Sumber:  Estimate based upon Combined Forces Air Component Commander 2011-2016 Airpower Statistics; CJTF-Operation Inherent Resolve Public Affairs Office strike release, December 31, 2016; New America (NA); Long War Journal (LWJ); The Bureau of Investigative Journalism (TBIJ); Department of Defense press release; and U.S. Africa Command press release.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL