black-pete-dutchAmsterdam, LiputanIslam.com — Bentrokan mewarnai festival “Santo Nicholas dan Black Pete” di Gouda, Belanda, Minggu (16/11). Polisi menahan setidaknya 90 orang dalam peristiwa itu.

Festival ini diadakan untuk memperingati kedatangan Santo Nicholas ke Belanda, yang dalam legenda Belanda digambarkan ditemani orang-orang berkulit hitam dari Spanyol (black Petes).

Banyak warga Belanda yang menganggap festival itu melecehkan orang-orang kulit hitam, namun banyak juga yang menganggapnya tidak ada kaitan rasialisme dalam festival ini.

Gouda adalah kota yang terpilih menjadi kota pembuka festival Santo Nicholas dan Black Petes tahun ini. Dalam festival ini beberapa warga mengecat wajahnya dengan warna hitam untuk menggambarkan pasukan berkulit hitam pengawal Santo Nicholas.

Sebagaimana dilaporkan Russia Today, televisi Belanda menyiarkan terjadinya bentrokan setelah demonstran mengusung banner bertuliskan “Black Pete adalah rasialime”.

Polisi mengatakan, bentrokan terjadi karena para demonstran penentang festival mengabaikan larangan mendekati lokasi prosesi.

Dalam beberapa tahun terakhir festival ini telah menjadi kontroversi. Tahun lalu ratusan oang menggelar demonstrasi menentang festival di Amsterdam. Sebelumnya, beberapa waktu lalu pengadilan Amsterdam mengatakan bahwa gambaran “Black Pete dengan bibir merahnya yang tebal, sebagai pembantu bodoh, menimbulkan gambaran negatif tentang warga kulit hitam.”

Lebih jauh pengadilan meminta otoritas untuk mengkaji kembali festival tersebut.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL