bentrok kosovoPristina, LiputanIslam.com — Puluhan orang terluka dalam bentrokan antara demonstran dengan polisi di ibukota Kosovo, Pristina, Selasa (27/1). Bentrokan dipicu oleh pernyataan seorang menteri yang dianggap menghina para korban perang.

Sebagaimana dilaporkan Press TV, Rabu (28/1), polisi menggunakan gas air mata dan meriam air serta peluru karet untuk membubarkan ribuan demonstran yang berkumpul di Pristina. Menurut polisi sebanyak 120 demonstran telah ditangkap sementara 56 orang polisi mengalami luka-luka.

Aksi demonstrasi ini diorganisir oleh kelompok-kelompok oposisi yang marah oleh sikap Aleksandar Jablanovic, seorang menteri dari etnis Serbia dalam pemerintahan Kosovo. Beberapa waktu lalu ia mengecam orang-orang Albania yang telah memblokir sebuah kegiatan ziarah keagamaan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen Serbia. Orang-orang Albania yang mayoritas Muslim menganggap tempat tujuan ziarah adalah makam para penjahat perang.

Jablanovi menyebut aksi pemblokiran itu sebagai tindakan “biadab”.

Sejak berakhirnya Perang Serbia tahun 1999, Kosovo selalu dilanda ketegangan etnis antara warga Muslim Albania dengan minoritas Serbia dan Macedonia. Kondisi semakin rawan konflik akibat keberadaan perusahaan pertambangan swasta bentukan PBB yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah Serbia.

Kelompok-kelompok oposisi menuntut pemerintah untuk menasionalisasi pertambangan tersebut. Perdana Menteri Kosovo Isa Mustafa pernah berjanji akan mengambil alih pertambangan itu, namun membatalkannya setelah mendapat ancaman dari Serbia.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada tahun 2008 dan langsung mendapat pengakuan dari negara-negara barat meski diprotes keras oleh Rusia dan Serbia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*