ukraine-protestKiev, LiputanIslam.com — Ukraina memanas. Bentrokan maut pecah di  ibukota Kiev, Selasa kemarin (18/2), setelah polisi mencoba membubarkan demonstran yang menduduki Independence Square yang selama ini menjadi simbol gerakan demonstrasi menentang pemerintah. Akibatnya sebanyak 14 orang tewas dalam bengtrokan.

Polisi anti huru-hara pada Selasa (18/2) siang mencoba membubarkan demonstran yang tak mengindahkan permintaan pemerintah untuk mengosongkan Independence Square pada pukul 11.00 waktu setempat. Seolah menantang, para demonstran malah menjawab permintaan itu dengan menyalakan kembang api, lemparan batu dan bom bensin.

Polisi yang telah mendapat perintah untuk melakukan pembubaran terus berusaha masuk ke Independence Square. Mereka melempar granat yang biasa digunakan untuk membubarkan massa. Para demonstran pun kocar-kacir, menjauh dari titik pusat demonstrasi yang terdapat tenda, ban dan kayu yang dibakar.

Upaya pembubaran ini menyebabkan korban jiwa dari kedua belah pihak, baik dari pihak kepolisian dan demonstran. Korban jiwa yang sebelumnya berjumlah 9 orang, bertambah menjadi 14 orang, yang terdiri dari 6 orang polisi dan tujuh warga sipil.

Bentrokan kali ini adalah yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.

Protes nasional menentang Presiden Ukraina Viktor Yanukovych telah meletus sejak bulan November 2013 lalu setelah ia menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL