lahoreLahore, LiputanIslam.com — Setidaknya 8 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka setelah polisi terlibat bentrokan sengit dengan pendukung politisi sekaligus ulama Pakistan Muhammad Tahirul Qadri, di Lahore, Selasa (17/6).

Di antara yang tewas adalah 2 orang wanita yang turut melakukan aksi demonstrasi di depan kantor  Muhammad Qadri di Lahore. Polisi menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang membalasnya dengan lemparan batu. Namun beberapa korban yang terluka maupun yang tewas menunjukkan luka-luka tembakan.

Tahirul Qadri, yang kini tinggal di Kanada, berencana untuk kembali ke Pakistan untuk memimpin gerakan politik anti-korupsi yang dianggap sudah sangat parah di antara para politisi.

Januari 2013 lalu ia memimpin pawai akbar di Islamabad, namun dianggap tidak memberikan dampak signifikan terhadap misinya. Oleh sebagian besar politisi Pakistana ia dianggap sebagai politisi pengganggu yang tidak banyak pengikutnya. Namun politisi anti-Taliban ini masih memiliki pengaruh kuat di antara murid-murid madrasahnya dan dipercaya memiliki kedekatan dengan inteligen Palistan.

Polisi mengatakan bentrokan terjadi setelah pendukung partai Pakistan Awami Tehreek (PAT), yang dipimpin Qadri, menolak untuk membubarkan diri, Senin malam (16/6).

Gubernur Provinsi Punjab, Shahbaz Sharif, telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.

“Saya sangat sedih dengan bentrokan berdarah ini. Jika saya dianggap bertanggungjawab, saya siap untuk mengundurkan diri karena saya tidak pernah membayangkan harus melakukan kekerasan kepada orang lain,” kata Sharif, yang tidak lain adalah saudara kandung Perdana Menteri Nawaz Sharif.

Para pejabat rumah sakait Jinnah Hospital mengatakan bahwa di tubuh korban tewas dalam aksis tersebut terdapat luka-luka tembakan.

Dr Abdul Rauf dari Jinnah Hospital mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pihaknya menerima 80 orang yang terluka, 40 di antaranya karena luka tembakan.

Muhammad Qadri dalam pernyataan yang dilakukan di Kanada mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan polisi kepada para pendukungnya. Namun ia bertekad untuk melanjutkan rencananya kembali ke Pakistan yang direncakan hari Senin mendatang (23/6).

Ia menyerukan para pendukungnya untuk melanjutkan aksi demonstrasi, namun menghindarkan diri dari kekerasan.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL