militan filipinaManila, LiputanIslam.com — Setidaknya 6 orang dilaporkan dan lebih dari 20.000 orang terusir dari rumahnya akibat bentrokan bersenjata antara aparat keamanan melawan kelompok militan bersenjata di selatan Filipina dalam seminggu terakhir.

Seperti dilaporkan media Iran Press TV, Jumat (26/2), otoritas Filipina mengatakan tiga tentara dan tiga militan tewas dalam tembak-menembak. Namun kemungkinan angka korban sesungguhnya bisa lebih besar lagi.

Kolonel Roseller Murillo, pimpinan militer di wilayah itu, mengatakan kemungkinan 61 militan tewas dalam tembak-menembak, meski hanya tiga mayat yang ditemukan.

“Ada serangan dan serangan balik, tembak-menembak dan tembakan-tembakan artileri,” kata jubir militer Kolonel Noel Detoyato, menjelaskan tembak-menembak dimulai hari Sabtu pekan lalu, ketika militan menyerang sebuah pos militer.

Militer membalas dengan menyerang pos kelompok militan di luar kota terpencil di wilayah pegunungan di Pulau Mindanao, dengan diawali dengan serangan helikopter. Pertempuran masih berlanjut hingga hari Jumat kemarin.

Pertempuran terjadi di sekitar kota kecil Butig, memaksa lebih dari 20.000 warganya mengungsi.

Sejumlah sumber menyebutkan, kelompok militan yang terlibat dalam pertempuran adalah pengikut oleh Ustad Sanusi asal Indonesia, pemimpin kelompok Jemaah Islamiyah yang tewas dalam tembak-menembak tahun 2012.

Kawasan Filipina Selatan telah dilanda aksi-aksi kekerasan oleh pemberontakan warga Muslim yang menuntut persamaan hak selama lebih dari 40 tahun dengan korban mencapai 120.000 orang tewas.

Upaya untuk mendapatkan perdamaian mengalami kegagalan perlemen Filipina baru-baru ini gagal mengesyahkan undang-undang pembentukan wilayah otonomi di Mindanao.

Pada tahun 2008 kelompok militan MILF melancarkan serangan besar-besaran setelah gagalnya perundingan perdamaian, menewaskan lebih dari 400 orang dan memaksa 600.000 orang mengungsi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL