kerusuhan pakistanLahore, LiputanIslam.com — Bentrokan berdarah antara polisi dan pengikut ulama dan politisi berpengaruh Muhammad Tahirul Qadri, pecah di kota Lahore, Pakistan, akhir pekan ini.

Setidaknya 6 orang tewas dalam peristiwa itu.Empat pengikut Muhammad Tahirul Qadri, tokoh sufi dan pemimpin partai Pakistan Awami Tehreek (PAT), tewas dalam bentrokan itu sementara 2 orang polisi mengalami nasib yang sama.

Rencananya Qadri akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran hari Minggu (10/8), namun ia membatalkan rencana tersebut menyusul bentrokan berdarah yang terjadi sebelumnya. Demikian laporan BBC News.

Aksi tersebut direncanakan sebagai protes atas kematian 8 pengikut Qadri dalam bentrokan yang sama pada bulan Juni lalu. Menurut keterangan Qadri dalam pernyataannya kepada pers, Sabtu (9/8), bentrokan dimulai hari Jumat (8/8) ketika polisi menghentikan konvoi massa yang bergerak menuju rumahnya di Lahore.

Pendukung Qadri mengklaim polisi telah menembak mati 7 orang massa pendukung Qadri. Polisi mengklaim mereka hanya menembakkan gas air mata dan 20 personilnya mengalami luka-luka selain 2 orang yang meninggal. Polisi juga menangkap sekitar 500 demonstran.

Para pendukung Qadri sempat menyandera 6 orang polisi sebelum akhirnya dibebaskan tanpa terluka.

Muhammad Qadri, yang selama ini tinggal di Kanada, kembali ke Pakistan pada bulan Juni lalu, merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Pakistan. Ia dikenal sebagai pengkritik keras pemerintahan Nawaz Sharif dari Partai Pakistan Awami Tehreek dan menuduhnya sebagai regim korup.

Qadri mengatakan dirinya akan memimpin revolusi damai melawan Sharif, yang menurutnya telah gagal mengatasi masalah-masalah dasar Pakistan seperti pengangguran dan kekurang listrik.

Sharif dan pendukungnya meyakini, kepulangan Qadri karena mendapat dukungan militer yang akhir-akhir ini terlibat perselisihan dengan pemerintahan Sharif.

Qadri sendiri telah menyerukan dibentuknya pemerintahan baru yang didukung militer untuk menggantikan Sharif, namun ia membantah telah mendapat dukungan dari militer Pakistan.

Tokoh oposisi dan mantan bintang kriket Imran Khan juga dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Islamabad, hari Kamis mendatang (14/8).

Ia menuduh telah terjadi kecurangan dalam pemilu legislatif tahun lalu dimana partainya, Tehreek-e-Insaf menduduki posisi kedua. Polisi telah memblokir sebagian besar jalan raya di sekitar Islamabad menjelang aksi protes Khan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL