benettonDhaka, LiputanIslam.com — Produsen pakaian raksasa dunia Benetton mengumumkan akan turut memberikan kompensasi bagi para korban musibah ambruknya Rana Plaza di Dhaka, Bangladesh tanggal 26 April 2013 yang menewaskan 1.138 orang, sebagian besar adalah pekerja pabrik pakaian.

Keputusan itu menyusul desakan dari aktifis internasional yang mengecam perusahaan pakaian asal Italia itu karena tidak menunjukkan kepeduliannya terhadap para pekerja yang telah menyuplai produk Benetton. Demikian sebagaimana dilansir BBC News akhir pekan lalu (22/2).

Benetton merupakan salah satu dari perusahaan pakaian yang langsung atau tidak langsung terkait dengan musibah tersebut. Namun belum ada pernyataan tentang jumlah kompensasi yang diberikan perusahaan itu. Menejemen Benetton mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan “pihak ketiga yang telah dikenal kredibel secara internasional” untuk menentukan besarnya kompensasi itu.

Lebih dari sejuta orang telah menandatangani petisi yang digalang oleh situs Avaaz, mendesak Benetton untuk membayar kompensasi terhadap para korban melalui yayasan Rana Plaza Trust Fund. Jika menolak, para aktifis mengancam akan mempermalukan Benetton dalam pagelaran Milan Fashion Week yang akan digelar tanggal 25 Februari hingga 3 Maret mendatang.

Dalam musibah itu, gedung 9 lantai yang berfungsi sebagai pabrik pakaian runtuh, setelah sebelumnya para pekerja dan jurnalis mengingatkan bahaya runtuhnya gedung itu. Walmart, Primark dan Matalan adalah merek- merek lain yang terkait dengan musibah itu.

Para aktifis kelompok yang menamakan diri ‘Peuples Solidaires’ menggelar aksi protes di depan toko Benetton Opera di Paris tanggal 9 Desember 2014 lalu. Sejumlah aksi juga digelar di berbagai tempat lain untuk menyerukan tuntutan agar Benetton memberikan kompensasi.

Sampai saat ini organisasi buruh PBB International Labour Organisation (ILO) telah berhasil menggalang dana kompensasi sebesar $21 juta, masih kurang $9 juta untuk membayar semua kompensasi.

Benetton mengatakan kompensasi yang akan diberikan itu merupakan ‘langkah kedua’, setelah sebelumnya perusahaan itu mengklaim telah memberikan kompensasi melalui program kerjasama dengan Brac, sebuah organisasi pembangunan Bangladesh.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL