Washington, LiputanIslam.com– Eric Trump, anak ketiga dari Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa Ivanka Trump mungkin telah mendesak dan mempengaruhi ayahnya untuk meluncurkan serangan rudal ke Suriah.

“Ivanka adalah ibu dari tiga orang anak dan dia memiliki pengaruh kuat. Saya yakin dia bilang [ke presiden]: dengar, [serangan kimia oleh Assad] adalah hal yang buruk,’” kata Eric kepada kantor berita Telegraph.

Ia menambahkan bahwa ayahnya “akan bertindak di saat seperti itu.”

“Dan omong-omong, [Trump] tidak pernah mau berurusan dengan dengan Suriah dua tahun lalu,” ucap Eric. “Tetapi kemudian seorang pemimpin [Assad] menyerang rakyatnya sendiri dengan senjata kimia. Dalam beberapa kesempatan Amerika adalah pemimpin global dan negara adidaya yang harus bertindak dengan dukungan dari para sekutu. Saya pikir itu adalah hal yang bagus.”

Pada tanggal 7 April, AS menembakkan sedikitnya 59 rudal Tomahawk di Pangkalan Udara Shayrat. Washington mengklaim bahwa serangan itu adalah serangan balas dendam atas dugaan serangan kimia di Idlib Suriah, dimana AS menyalahkan pemerintah Suriah.

Ivanka Trump yang menjabat posisi tanpa bayaran sebagai asisten presiden, menulis di akun Twitter-nya bahwa ia “sakit hati dan marah” atas serangan senjata kimia yang terjadi di Idlib. Dia kemudian memuji keputusan Trump karena berhasil menyerang Suriah.

“Saya bangga kepada ayah saya karena telah menolak kejahatan-kejahatan besar terhadap kemanusiaan,” tulisnya.

Serangan rudal AS ke pangkalan udara Suriah telah membunuh 14 orang termasuk 9 penduduk sipil, dan melukai 13 perempuan dan anak-anak di dekat perumahan Shayrat. Kantor berita Suriah SANA pada Jumat lalu melaporkan bahwa misil AS juga membentur desa Al-Hamrat, dan membunuh sedikitnya 4 penduduk sipil termasuk seorang anak kecil. (AL/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL