longsor jepangTokyo, LiputanIslam.com — Setidaknya 18 orang tewas akibat musibah tanah longsor yang terjadi di Hiroshima, Jepang, Rabu (20/8).

Sebagaimana dilaporkan BBC News dengan mengutip keterangan pejabat setempat, tanah longsor terjadi di wilayah pemukiman di dekat pegunungan di luar kota Hisoshima.

Dipastikan longsor terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi yang tidak mampu diserap oleh tanah di wilayah tersebut. Disebutkan pejabat setempat bahwa curah hujan yang terjadi dalam 24 jam terakhir setara dengan curah hujan selama sebulan.

Para petugas penolong bekerja keras untuk menggali tanah dan bebatuan yang menimbun rumah-rumah.

“Menurut keterangan kepolisian, angka kematian mencapai angka 18 jiwa dan 13 orang masih dinyatakan hilang,” kata pejabat badan penanggulangan bencana nasional kepada AFP.

Sementara seorang pejabat lokal mengakui kesulitan untuk menentukan jumlah korban sebenarnya karena banyak orang yang hilang. Wartawan BBC di lapangan menyebutkan sebagian korban adalah anak-anak. Seorang korban bahkan masih berumur 2 tahun. Demikian laporan media lokal Kyodo News.

PM Jepang Shinzo Abe memerintahkan para pejabat lokal untuk mengerahkan lebih banyak personil untuk memperkuat upaya penyelamatan.”

Para pejabat lokal masih mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya longsor susulan mengingat cuaca masih belum “bersahabat”.

Beberapa laporan menyebutkan seorang petugas penyelamat turut tewas dalam pencarian, setelah longsoran susulan menimpa dirinya, meski belum ada kepastian apakah ia termasuk dari jumlah tewas yang disebutkan polisi.

Sebagian besar wilayah selatan dan tengah Jepang adalah wilayah pegunungan dimana sebagian pemukiman berada di lereng-lerang gunung dan bukit.

TAhun lalu angin topan menimbulkan tanah longsor di Pulau Izu Oshima di selatan Tokyo. 35 orang tewas dalam musibah itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL