rohingyaBangkok, LiputanIslam.com — Belasan pejabat Thailand, termasuk perwira senior polisi dan Angkatan Laut, menghadapi dakwaan atas kejahatan perdangan manusia. Mereka kini tengah bersiap untuk menghadapi persidangan.

Kantor berita Iran Press TV melaporkan, Sabtu (31/1), Deputi Menlu Don Pramudwinai mengatakan kepada pers bahwa pemerintahan junta militer bertekad untuk menyeret para pejabat dan perwira itu ke pengadilan.

“Setidaknya, hal ini menjadi indikasi bahwa kami sangat serius untuk menegakkan hukum dan menangkap para pelaku,” katanya.

Para tersangka itu kini telah menjalani penahanan.

Laporan-laporan menyebutkan bahwa korban perdagangan manusia itu kebanyakan adalah warga Muslim Rohingya dari Myanmar yang tengah mengalami penindasan sistematis di negara itu dan berusaha mencari kebebasan.

Pada bulan Oktober 2014 2 warga Thailand ditangkap atas dugaan perdagangan manusia. Sebelumnya, pada bulan Maret 2014 Human Rights Watch mendesak Thailand untuk menyelidiki dugaan keterlibatan aparat Angkatan Laut dalam kegiatan perdagangan manusia dari Myanmar melalui Thailand.

Kaum Muslim Rohingya mengalami penindasan sistematis oleh kelompok-kelompok ekstrim Budha yang diduga mendapat dukungan pemerintah. Meski sudah berada di Myanmar selama beberapa generasi, pemerintah Myanmar menganggap kaum Muslim Rohingya itu sebagai “pendatang ilegal” dan berusaha mengusirnya pergi dengan berbagai cara.

PBB menyebut kaum Muslim Rohingya Myanmar di Provinsi Rakhine yang berjumlah sekitar 800 ribu, menjadi kelompok etnis yang paling tertindas di dunia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*