Alexander-Lukashenko-007Minsk, LiputanIslam.com — Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, hari Jumat (17/10), menyatakan kekhawatirannya atas ekspansi NATO ke timur hingga ke perbatasan Belarusia.

“Satu alasan atas sikap kami dalam masalah Ukraina adalah karena NATO ingin menempatkan kekuatan bersenjata di Krimea,” kata Lukashenko dalam konperensi pers di Minsk sebagaimana dilaporkan RIA Novosti.

“Ada bukti-bukti kuat bahwa senjata-senjata itu termasuk senjata nuklir taktis,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Belarusia adalah salah satu negara yang mengakui penggabungan Krime ke dalam wilayah Rusia yang ditentang keras oleh Ukraina dan negara-negara barat.

“Kami mengkhawatirkan hal ini 2 kali lipat dibandingkan Rusia, karena perbatasan NATO adalah perbatasan kami,” kata Lukashenko lagi.

Menyusul terjadinya kudeta terhadap pemerintahan Victor Yanukovych bulan Februari lalau, warga wilayah Ukraina timur terutama di Donetsk dan Luhansk menolak mengakui pemerintahan baru yang dianggap sebagai kaki tangan AS dan sekutunya. Warga Donetsk dan Luhansk bahkan menggelar referendum sendiri pada bulan Maret dan memutuskan pemisahan dengan Ukraina untuk bergabung dengan Rusia.

Pada bulan April pemerintah Ukraina melancarkan operasi militer untuk menghentikan gerakan separatisme itu, dan mengobarkan perang yang menelan nyawa ribuan warga sipil kedua wilayah separatis itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL