iran belarusMinsk, LiputanIslam.com — Belarus dan Iran berniat untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Belarus Mikhail Myasnikovich dan tamunya, Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, dalam pertemuan mereka di Minsk, Rabu (16/4). “Kami telah mendapatkan hasil-hasil positif dari kerjasama kedua negara, tidak hanya di bidang perdagangan namun juga investasi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan dan budaya.

Belarus yakin bahwa potensi negeri ini akan dapat meningkatkan volume perdagangan kedua negara yang menurun sedikit di tahun 2013 karena faktor-faktor yang berada di luar jangkauan kami,” kata Myasnikovich, merujuk pada sanksi ekonomi yang diterapkan Uni Eropa dan Amerika terhadap Iran.

Dalam kesempatan itu Myasnikovich juga mengecam sanksi-sanksi yang diterapkan Amerika dan Uni Eropa terhadap Iran dengan menyebutnya sebagai “cara yang tidak beradab”.

“Kami dapat menyatukan upaya bersama untuk meminimalisir dampak negatif dari sanksi-sanksi itu. Hal itu (sanksi) telah melemahkan ekonomi kita, memaksakan syarat-syarat mereka dan berdampak buruk pada pasar kita pada tingkat tertentu. Kami mengecam hal-hal seperti itu,” kata perdana menteri, sebagimana dikutip kantor berita Belarus, BTA.

Menurut Myasnikovich, hanya negara-negara yang “tidak memiliki alasan” yang mengandalkan sanksi untuk memecahkan masalah internasionalnya. Myasnikovich menambahkan bahwa Belarus dan Iran telah menjadi partner sejak lama, membangun kerjasama dan meningkatkan hubungan secara konstruktif. Belarus menganggap Iran adalah mitra yang bisa dipercaya, negara yang berpengaruh dan terhormat dalam hubungan internasional.

Dalam sambutan balasannya, Ali Larijani mengatakan bahwa Iran dan Belarus telah menikmati hubungan ekonomi, politik dand perdagangan yang stabil dalam jangka yang lama. Dalam kondisi seperti itu, Larijani mengajak Belarus untuk turut mmperhatikan krisis yang tengah terjadi di negara-negara sekitar, yaitu Suriah dan Ukraina.

“Untungnya, pandangan-pandangan kedua negara dalam berbagai isu internasional, bersesuaian,” kata Larijani.

“Kedua pihak ingin meningkatkan hubungannya,” tambah Larijani.

Selain bertemu perdana menteri, hari ini Larijani dijadwalkan bertemu juga dengan Presiden Belarus.(ca/bta)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*