F-117 to retireStockholm, LiputanIslam.com — Total belanja negara-negara di dunia untuk membeli persenjataan diperkirakan mencapai $1,75 triliun (setara Rp 18.000 triliun). Demikian laporan yang dikeluarkan lembaga kajian Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis pada Senin (14/4).

Angka tersebut mengalami penurunan 1,9% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi karena pemotongan pengeluaran Amerika Serikat 7,8 persen dan penghematan belanja militer yang dilakukan beberapa negara Eropa.

Namun demikian, AS masih menyumbang 37 persen dari keseluruhan pengeluaran militer dunia. Menurut lembaga ini, AS telah mengeluarkan dana $ 640 miliar untuk belanja militer, diikuti oleh Cina $188 miliar, Rusia $ 87,7 miliar, dan yang mengejutkan adalah Arab Saudi yang mengeluarkan $67 miliar (setara Rp 680 triliun) untuk membeli senjata.

Mengomentari hal ini, Direktur SIPRI Sam Perlo-Freeman menilai besarnya dana yang dianggarkan untuk militer merupakan pemborosan pendapatan sumber daya alam, pendominasian rezim-rezim otokratis, dan memicu perlombaan senjata regional.

Sementara anggaran militer AS dan Eropa menurun, anggaran militer yang dikeluarkan negara-negara Timur Tengah dan Afrika justru meningkat. Secara keseluruhan, pengeluaran militer Timur Tengah meningkat 4 persen dan Afrika meningkat 8,3 persen pada tahun 2013.(ca/tempo.co)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*