bergdahl-350Washington, LiputanIslam.com — Para penyelidik militer kini mulai menyelidiki dugaan tindakan desersi yang dilakukan Bowe Bergdahl, prajurit AS yang dibebaskan setelah ditawan Taliban selama 5 tahun. Jika terbukti, ia terancam hukuman penjara.

Militer AS menunjuk Mayjend Kenneth Dahl, yang pernah bertugas di Afghanistan, untuk memimpin penyelidikan.

Akhir bulan lalu Bergdahl dibebaskan oleh Taliban dengan ditukar beberapa tahanan Guantanamo. Hari JUmat (13/6) ia kembali ke AS setelah menjalani rehabilitasi di Jerman.

Segera setelah kabar pembebasannya oleh Taliban muncul di media massa, beberapa rekan Bergdahl membuat pernyataan yang menyudutkannya dengan menuduhnya telah melakukan tindakan desersi yang mengakibatkan sejumlah prajurit lainnya tewas dalam upaya mereka mencari Bergdahl.

Awalnya para pajabat kemenhan AS menolak tuduhan tersebut. Namun seiring semakin kuatnya tuduhan-tuduhan tersebut, termasuk dari seorang ibu yang putranya tewas ketika berusaha mencari Bergdahl di Afghanistan, tuntutan tersebut akhirnya diterima dan penyelidikan atas tindakan desersi itu pun dilakukan.

Pada hari Jumat (13/6), Bergdahl (28 tahun) tiba di AS setelah diterbangkan dari Jerman. Ia langsung dibawa ke Brooke Army Medical Center di Texas untuk menjalani tahap akhir proses rehabilitasi dan integrasi.

Pembebasan Bergdahl setelah ditukar dengan 5 tahanan Taliban di penjara Guantanamo Bay sendiri juga mendapat kritikan keras dari para politisi AS yang menganggap telah melakukan kompromi degan teroris.

Pada hari Jumat, Mayjend Joseph DiSalvo, komandan Brooke Army Medical Center, mengatakan bahwa Bergdahl dalam kondisi baik. Ia telah mengenakan seragamnya dan melakukan tabik dengan baik.

Namun saat itu ia masih belum bisa dipertemukan dengan keluarganya, yang menurut DiSalvo, adalah keinginan Bergdahl sendiri.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL