TIBET-USA_-_Dalai_e_ObamaBeijing, Liputan Islam.com Juru bicara kementrian Luar Negeri Cina  Qin Gang  mendesak AS untuk “memperbaiki kesalahannya” setelah Presiden Barrack Obama mengadakan pertemuan dengan Dalai Lama.

“Kami sekali lagi meminta AS untuk memperbaiki kesalahannya,” ungkap Qin pada pernyataan persnya, Senin (24/2).

Qin mengatakan AS harus menghentikan langkah mendukung dan berkomplot dengan gerakan separatis anti Cina yang menginginkan “kemerdekaan Tibet”. AS juga harus berhenti  mencampuri urusan dalam negeri Cina, serta mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan demi menghindari makin memburuknya hubungan Cina-AS.

Qin menegaskan bahwa Tibet adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah teritorial Cina maka semua permasalahan yang terjadi di Tibet adalah urusan dalam negeri Cina.  Amerika telah menimbulkan kerusakan serius bagi hubungan dua negara karena telah mengizinkan Dalai Lama bertemu presidennya tanpa mengindahkan keberatan Beijing.

“Fakta menunjukkan bahwa Dalai Lama bukanlah sosok yang relijius, ia adalah pemberontak politik di pengasingan yang telah lama terlibat dalam kegiatan separatis anti Cina atas nama agama,” ungkap Qin.

Pasukan Cina mengambil alih Tibet pada tahun 1950. Cina menyatakan Tibet “dibebaskan dengan damai”, Cina akan menjauhkan daerah itu dari kemiskinan, eksploitasi dan stagnasi ekonomi.

Sebelum ini, Washington dan Beijing juga  berdebat mengenai wilayah perairan Laut Cina Timur dan Selatan yang menjadi sengketa antara Cina dan negara-negara pesisir lainnya termasuk Vietnam, Filipina dan Jepang.

Hingga kini, Cina terus menambah sejumlah besar armada pengawasan Angkatan Lautnya dalam upaya menegaskan kekuasaan atas wilayah yang dipersengketakan. Sedangkan AS, saingan utama China juga berusaha untuk tidak ingin kehilangan kendali atas wilayah tersebut.(lb/wantchinatimes/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL