Gaza, LiputanIslam.com–Masyarakat Jalur Gaza tengah mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha di tengah kondisi ekonomi yang buruk akibat blokade militer Israel.

Normalnya di hari raya ini, warga Gaza mendatangi pasar-pasar untuk membeli kado, makanan ringan, dan baju baru terbaik untuk keluarga mereka. Namun, di tengah situasi buruk ini, tak banyak yang berkesempatan menikmati kemewahan tersebut.

Menurut laporan Ashraf Shannon dari Press TV, warga Gaza mengeluhkan bahwa perayaan Idul Adha tahun ini tidak semeriah yang diharapkan.

Orang-orang terlihat menjelajahi pasar selama berjam-jam untuk menemukan barang murah dan hadiah terjangkau untuk orang terdekat.

Biasanya selama liburan besar seperti Idul Adha, tingkat penjualan di pasar-pasar di negara Muslim meningkat. Namun, di Gaza, para pemilik toko mengeluh karena penjualan yang terus menurun.

Lebih buruk lagi, sekitar enam puluh ribu karyawan sektor publik di kawasan yang diblokade itu kekurangan uang untuk bertahan hidup akibat gaji yang dipotong oleh Otoritas Palestina sejak tahun 2017.

Masyarakat Gaza merayakan Idul Adha di bawah kondisi yang keras sejak 2007. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari Raya ini dirusak karena kemiskinan dan pengangguran yang merajalela.

Organisasi Palestina Akan Tutup Masjid di Yerusalem

Jelang perayaan Idul Adha, sejumlah organisasi Palestina dilaporkan akan menutup masjid-masjid untuk mencegah penyerbuan ilegal oleh penduduk Israel.

Pada tahun ini, Idul Adha berlangsung bertepatan dengan acara festival Yahudi, Tisha B’Av. Awal pekan ini, kelompok-kelompok ekstremis Yahudi menyerukan pernyerbuan kompleks Masjid Al-Aqsa dan melakukan doa-doa agama mereka di sana. Hal ini dilakukan untuk merayakan Tisha B’Av sekaligus mengganggu ritual Idul Adha.

Sesuai pernyataan yang ditandatangani oleh tokoh-tokoh Islam terkemuka di Yerusalem, seperti Ketua Dewan Tertinggi Islam, Sheikh Ikrima Sabri, Ketua Dewan Awqaf dan Urusan Islam dan Situs Suci, Syekh Abdul Azim Salhab, dan Mufti Yerusalem dan Syeikh Palestina, Mohammed Hussein, warga Palestina akan menutup semua masjid di seluruh kota, kecuali untuk sholat Ied di Al-Aqsa.

Pernyataan para pemimpin Muslim ini keluar sebagai tanggapan terhadap pengumuman dari kepolisian Israel bahwa mereka akan melakukan inspeksi di Al-Aqsa pada dini hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Kepolisian akan memutuskan apakah akan mengizinkan warga Yahudi mengakses kompleks masjid tersebut.

Penyerbuan penduduk Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa telah menjadi fenomena normal. Padahal, warga Yahudi dilarang memasuki atau berdoa di situs tersebut di bawah perjanjian status quo. (ra/presstv/middleeastmonitor)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*