ramadan indiaNew Delhi, LiputanIslam.com — Terjadi kehebohan di parlemen India setelah muncul laporan beberapa politisi partai Hindu konservatif memaksa seorang muslim yang tengah berpuasa untuk berbuka. Demikian laporan BBC hari ini (23/7).

Para anggota parlemen dari partai Shiv Sena itu dilaporkan marah setelah kantin milik pemerintah tidak menyediakan makanan seperti biasanya karena adanya bulan puasa Ramadhan.

Partai Shiv Dena adalah sekutu partai penguasa Bharatiya Janata Party yang juga adalah partai konservatif Hindu..

Partai-partai oposisi yang dipimpin Partai Congress melakukan protes keras atas insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “pelanggaran atas kepercayaan agama”. Mereka juga menuntut permintaan ma’af dari Partai Shiv Sena.

Menurut beberapa laporan, insiden terjadi hari Selasa (22/7), setelah sekelompok anggota parlemen dari partai Shiv Sena negara bagian Maharashtra melakukan protes atas tidak adanya makanan yang mereka inginkan di kantin sebuah penginapan milik pemerintah. Selanjutnya mereka menjejalkan roti ke dalam mulut seorang pekerja kantin yang tengah berpuasa.

Media India Indian Express melaporkan, beberapa saat setelah insiden itu, layanan kantin di penginapan itupun dihentikan. Pengelola kantin menyebutkan bahwa pekerjanya telah mengalami perlakuan yang sangat menyakitkan.

Sebuah rekaman video insiden tersebut juga muncul di beberapa stasiun televisi lokal.

Shiv Sena, partai regional berpengaruh di Maharashtra, telah memberikan bantahan atas insiden tersebut. Uddhav Thackeray, pemimpin partai ini mengatakan kepada NDTV bahwa insiden tersebut tidak didasari oleh sentimen agama, melainkan oleh buruknya manajemen penginapan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL