gold barDhaka, LiputanIslam.com — Aparat bea-cukai Bangladesh menyita 27 kg emas dalam berbagai bentuk dari dalam kopor seorang diplomat Korea Utara (Korut), Kamis malam lalu (5/3).

BBC News melaporkan, Son Young-nam, Sekretaris Pertama Kedubes Korut di Dhaka, mendarat di kota tersebut dalam penerbangan dari Singapura. Ketika petugas bea-cukai memeriksa kopornya, mereka menemukan 27 emas batangan dan dalam bentuk lain. Nilai barang tersebut diperkirakan mencapai $1,7 juta atau lebih dari Rp20 miliar.

Son awalnya menolak untuk diperiksa kopornya, berdalih sebagai pembawa passport merah dan memiliki kekebalan diplomatik. Demikian kata Moinul Khan, pejabat kepabeanan Bangladesh, kepada AFP.

Para petugas bersikukuh dengan mengatakan kepadanya bahwa Son tidak diperbolehkan membawa masuk lebih dari 2 kg emas ke wilayah Bangladesh. Setelah bernegosiasi selama 4 jam lebih, Son pun menyerah.

“Setelah drama yang berlangsung lebih dari 4 jam, ia menyerah dan kami menemukan batangan-batangana emas dan ornamen-ornamen seberat 26,8 kg senilai 130 juta taka,” kata Khan.

Emas tersebut kemudian disita, namun diplomat tersebut dilepaskan sesuai Konvensi Wina. Namun otoritas Bangladesh tengah mencari celah hukum untuk menuntut diplomat itu.

“Ini kasus penyelundupan yang nyata. Kami percaya ia akan menjual emas-emas ini di pasar gelap lokal,” katanya lagi.

BBC melansir bahwa aparat bea cukai Bangladesh telah menahan hampir 1 ton emas selama 22 bulan terakhir di 2 bandara internasional.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*