foot: tribunnews

foot: tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com–Turunnya harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per 1 Januari, belum memberikan pengaruh berarti bagi harga bahan pokok. Nyatanya di pasar tradisional harga sembako tidak bergerak turun alias tetap.

“Wah sudah terlanjut naik, ya tidak bisa diturunin lagi. Kalau stoknya sudah habis dan kami beli harganya turun, kami pasti akan turunin juga harganya,” ungkap Soegito, pedagang sembako di Pasar Kemiri, Depok, Kamis (1/1), seperti dikutip jpnn.com.

Sementara masyarakat menyambut biasa turunnya harga BBM karena harga barang sudah terlanjur naik.

“Sudah naik duluan harga sembako mana bisa turun lagi. Kan tahu sendiri tipe pedagang, naikin cepat tapi giliran turun susah sekali,” kata sejumlah masyarakat yang tengah berbelanja di pasar.

Mereka juga mengaku kesal karena tarif angkot masih tetap. “Sopirnya bilang tunggu putusan Organda. Tarifnya ya tetap jadi kita masyarakat tidak bisa menikmati penurunan harga BBM,” ketus mereka.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel juga mengakui turunnya harga BBM subsidi tidak ada pengaruhnya terhadap harga bahan baku atau bahan pokok.

“Saya kira turunnya harga BBM itu enggak ada hubungannya sama bahan baku walaupun sekarang bahan baku sudah naik,” jelas dia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/12/2014), seperti dikutip okezone.com

Mendag menjelaskan, harga bahan pokok itu merupakan masalah suplai dan demand. Jika suplainya kurang dan demandnya meningkat, otomatis harga sembako akan naik. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*