LiputanIslam.com – Terkait penemuan 40-50 ribu surat suara tercoblos di Malaysia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) soroti kinerja panitia pemilihan luar negeri (PPLN). Bawaslu pun menyarankan untuk menunda pemungutan surat suara serentak di Malaysia dan akan menyelidiki kasus ini terlebih dahulu.

Selain itu, anggota Bawaslu, Rahmat Bagja juga pernah mengingatkan KPU dan menyurati KPU terkait anggota PPLN yang dijabat oleh Wakil Duta Besar Malaysia sendiri, karena anak Dubes sedang running pileg. Bawaslu pun akan menyelidiki anak Dubes tersebut.

“Agar tidak terjadi konflik kepentingan karena Pak Duta Besar punya anak yang sedang running (pileg). Ada beberapa laporan dari Panitia Pengawas bahwa ada satu laporan kita lagi bahas bahwa anaknya Pak Dubes ini ikut dalam satu acara di duta besar. Nah itu lagi kita cek semua ini. Tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” papar Rahmat.

Akibat kasus surat suara tercoblos tersebut, anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, menyarankan kepada KPU untuk menghentikan terlebih dahulu pemungutan suara di seluruh Malaysia. Ia menduga PPLN tidak melaksanakan tugas sesuai dengan aturan.

“Kita sudah membuat rekomendasi soal kinerja PPLN yang diragukan. Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di seluruh Malaysia,” ucap Fritz. (Ayu/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*