LiputanIslam.com – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta telah menyita 600 kardus popmie di Semanan Kalideres Jakarta Barat yang diduga dan dicurigai akan digunakan untuk serangan fajar pemilu 2019. Sebagian kardus tersebut sudah berada di rumah warga.

“Ada satu truk yang ketika kami periksa isinya popmie sebanyak 600 boks, dan sebagian sudah ada di rumah warga,” tutur Puadi, Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu RI, Rabu, (17/4).

Kardus-kardus tersebut sudah diamankan di kantor Bawaslu. Pihak Bawaslu pun akan melakukan penyelidikan terkait hal ini.

“Kami buatkan berita acara dan masih akan ditelusuri apakah sembako ini milik paslon tertentu atau milik partai,” tambahnya.

Bawaslu sudah menghimbau kepada relawan untuk tidak melakukan politik uang ataupun barang, namun pihak Bawaslu masih menerima laporan terkait pelanggaran pemilu tersebut.

Di tempat lain, Bawaslu dan kepolisian pun menyita amplop berisi uang dari rumah Ketua Gerindra Jakarta, Muhammad Taufik, berdasarkan laporan dari masyarakat setempat pula. Penyitaan tersebut dilakukan pada Senin petang (15/4) kemarin di lokasi yang juga sebagai posko pemenangan Taufik sebagai caleg DPRD DKI Jakarta. Jumlah uang dalam amplop tersebut berkisar 4 Juta rupiah. (Ayu/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*