us-iran-meeting-unWina, LiputanIslam.com — Batas waktu perundingan program nuklir Iran antara negara-negara maju Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina di satu pihak dengan Iran di pihak lain, kemungkinan bakal diperpanjang hingga Maret tahun depan. Demikian laporan kantor berita Inggris Reuters sebagaimana dilansir Antara, Jumat (21/11).

Menurut laporan itu, batas waktu perundingan yang habis hari Senin mendatang akan diperpanjang hingga Maret 2015, karena tajamnya perbedaan pandangan antara Teheran dan kekuatan-kekuatan Barat, kata para pejabat yang mengetahui masalah itu, Kamis.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry tiba di Wina pada Rabu untuk mengikuti perundingan itu. Washington dan sekutu-sekutunya berharap perundingan itu akan menjadi puncak setelah berlangsungnya pembicaraan yang sulit selama berbulan-bulan.

Perundingan ditujukan untuk mencabut sanksi-sanksi terhadap Teheran, sebagai imbalan atas langkah Iran meredam program nuklirnya. Namun, pembicaraan telah sekian lama menghadapi jalan buntu: waktu bagi pencabutan sanksi serta cakupan pengayaan uranium Iran di masa depan menjadi batu sandungan utama.

“Butir-butir penting perbedaan masih ada,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius dalam jumpa pers bersama Kerry, yang ditemuinya di Paris sebelum ia kemudian bertolak ke Wina, hari Kamis.

Putaran perundingan terbaru antara keenam negara itu telah dimulai pada hari Selasa dan tampaknya akan berlangsung hingga tenggat waktu yang ditentukan sendiri, yaitu 24 November, demi mencapai kesepakatan akhir.

Wakil Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Tony Blinken mengatakan pekan ini bahwa sebuah kesepakatan menyeluruh akan sulit dicapai, namun mungkin saja bisa terwujud pada Senin. Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammod mengatakan ia merasa tidak optimistik, tetapi mungkin ada jalan untuk memperpanjang tenggat waktu.

Sementara seorang pejabat Iran mengemukakan perkiraan yang sama.

“Kita perlu lebih banyak waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis dan jangan lupa bahwa kerangka waktu bagi pencabutan sanksi masih menjadi perselisihan besar,” kata pejabat Iran tidak disebutkan namanya itu. Ia menambahkan, tenggat waktu kemungkinan akan diperpanjang hingga Maret tahun depan.

Pejabat-pejabat Barat juga memperkirakan bahwa tenggat waktu bulan Maret merupakan pilihan, sementara perundingan dimulai kembali pada Januari 2015.

Namun, para pejabat itu mengatakan Iran dan keenam negara belum secara aktif membahas perpanjangan itu dan akan mengupayakan agar kesepakatan bisa dicapai sesuai tenggat waktu, yang sebelumnya sudah diperpanjang dari bulan Juli.

Para pejabat, yang dekat dengan pihak-pihak yang berunding, mengatakan pihaknya ingin semua sanksi utama menyangkut ekspor minyak serta perbankan segera dicabut, tidak hanya ditangguhkan seperti yang dikatakan para pejabat Amerika Serikat dan Eropa.

Teheran membantah tuduhan-tuduhan Barat bahwa pihaknya sedang menghimpun kemampun untuk memproduksi senjata-senjata atom. Iran juga menolak untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL