libyan airlinesTripoli, LiputanIslam.com — Keberhasilan kelompok-kelompok militan Islam menguasai bandara Tripoli mengundang kekhawatiran kalangan inteligen barat, pesawat-pesawat jet penumpang yang dikuasai militan akan digunakan sebagai senjata serangan teror.

Sebagaimana dilaporkan Washington Free Beacon, Rabu (3/9), badan-badan inteligen negara-negara barat baru-baru ini mengeluarkan peringatan kemungkinan terjadinya serangan teroris dengan menggunakan pesawat-pesawat jet penumpang, menyusul keberhasilan kelompok militan menguasai bandara Tripoli dengan sekitar 12 pesawat jet di dalamnya.

Laporan-laporan tentang pesawat-pesawat jet yang hilang itu kini beredar di kalangan pejabat AS dalam 2 minggu terakhir, termasuk kemungkinan sebagian dari pesawat itu digunakan dalam serangan teroris sebagaimana serangan WTC 11 September 2001.

“Ada sejumlah pesawat jet di Libya yang hilang. Kita  belajar dari serangan 11 September tentang apa yang bisa dilakukan dengan pesawat-pesawat yang dibajak,” kata seorang pejabat keamanan AS sebagaiman dikutip dalam laporan itu.

Pejabat itu juga menyebutkan bahwa peringatan terjadinya serangan teroris berkaitan dengan peringatan Serangan WTC telah diberikan inteligen, 3 minggu sebelum serangan terhadap kantor konsulat AS di Benghazi yang menewaskan 4 warga AS termasuk dubes Christopher Stevens. Serangan ini juga terjadi tanggal 11 September.

Inteligen AS masih belum mendapatkan kepastian tentang keberadaan pesawat-pesawat jet di bandara Tripoli, termasuk pesawat-pesawat milik maskapai penerbangan pemerintah Libya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL