PASUKAN UKRAINABrussels, LiputanIslam.com — Negara-negara barat kembali mengeluarkan ancaman kepada Rusia terkait dengan konflik Ukraina yang justru semakin memanas mesti telah diumumkan gencatan senjata.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan di Berlin, Rabu (25/6) bahwa sanksi-sanksi baru kemungkinan akan diterapkan jika upaya memulihkan keamanan di Ukraina tidak membuahkan hasil. Demikian laporan BBC hari ini (25/6).

Sementara Menlu Inggris William Hague mengatakan bahwa kegagalan Rusia mengendalikan situasi di Ukraina akan mendorong diberlakukannya sanksi terhadapnya.

Di sisi lain Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengancam akan membatalkan gencatan senjata jika kekerasan terus terjadi. Gencatan gencata diumumkan hari Senin (23/6) setelah wakil-wakil dari Ukraina, kelompok militan, Rusia dan OSCE bertemu di Donetsk. Namun sehari kemudian, sebuah helikopter militer Ukraina ditembak jatuh menewaskan 9 personil militer.

Pertempuran pun berkecamuk Selasa malam hingga Rabu (25/6) di Provinsi Luhansk dekat perbatasan Rusia. Militer Ukraina menuduh kelompok separatis telah melanggar gencatan senjata sebanyak 44 kali sejak dimulai gencatan senjata. Sementara seorang komandan separatis menyatakan bahwa gencatan senjata “sudah tidak ada”.

Gencatan senjata merupakan bagian dari rencana perdamaian Ukraina untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama 2 bulan di Ukraina timur. Angka resmi menyebutkan setidaknya 420 orang tewas selama konflik tersebut.

Hari Kamis (26/6) Presiden Poroshenko diharapkan akan mengajukan konstitusi baru ke Parlemen, yang lebih reformis untuk menampung aspirasi lebih besar bagi penduduk di Ukraina timur yang mayoritas beretnis Rusia. Sehari kemudian ia akan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa, perjanjian mana dibatalkan oleh mantan presiden Victor Yanukovych hingga memicu aksi-aksi demonstrasi yang menggulingkannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL