Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan hanya akan di kisaran 5,4 persen. Angka tersebut merupakan skenario yang terendah.

“Kami sudah menyediakan tiga skenario, rendah, sedang, dan tinggi. Kalau saya jadi presiden kira-kira dari tiga ini mana yang diambil, saya akan bilang yang rendah 5,4 persen,” kata Bambang, Rabu (16/10).

Baca: IMF Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen

Dia menerangkan, dengan skenario pertumbuhan ekonomi terendah di angka 5,4 persen, maka ekonomi Indonesia dari tahun ke tahun akan tumbuh dengan angka 5,2 persen pada 2020, 5,3 persen pada 2021, 5,4 persen 2022, 5,5 persen pada 2023 dan stagnan di angka tersebut.

Dalam skenario sedang, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 5,3 persen pada 2020, 5,4 persen pada 2021, 5,6 persen pada 2022, 5,9 persen pada 2023, dan 6,1 persen pada 2024.

Sedangkan dalam skenario tertinggi, ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,5 persen pada 2020, 5,7 persen pada 2021, 5,9 persen pada 2022, 6,2 persen pada 2023, dan 6,5 persen pada 2024.

Sementara itu, dalam Undang-Undang (UU) APBN 2020, pertumbuhan ekonomi dipatok sebesar 5,3 persen. Angkanya sama seperti asumsi yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2019.

Dia menilai, pemerintah memasang skenario terendah karena kondisi ekonomi global sedang tak menentu. Apalagi, sejumlah pihak menilai aka nada ancaman resesi global.

“Kondisi globalnya sedang tidak bersahabat,” ujar Bambang.

Sementara itu, dalam laporan World Economic Outlook (WEO) October 2019, International Monetary Fund (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi di negara emerging market di kawasan Asia pada tahun 2019 sebesar 5,9 persen dan akan naik pada 6 persen pada tahun berikutnya. (sh/kontan/cnnindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*