gambar seram di bungkus rokok

gambar seram di bungkus rokok

Jakarta, LiputanIslam.com–Meskipun aturan pemerintah bagi industri rokok untuk memasang gambar seram pada bungkus rokok sudah resmi berlaku sejak Selasa (24/6), masih banyak merek rokok yang masih melanggarnya. Hal ini memunculkan reaksi protes dari jaringan anti tembakau regional Asia Tenggara.

“Industri tembakau Indonesia tidak punya alasan, harus 100 persen patuh pada aturan pemerintah. Kurang dari 100 persen adalah pelanggaran hukum,” kata Dr Mary Assunta, Penasihat Kebijakan Senior SEATCA (Southeast Asia Tobacco Control Alliance) dalam rilisnya, Selasa (24/6/2014) yang dikutip Detikcom.

Dr Mary menegaskan, peringatan bergambar alias Pictorian Health Warning (PHW) lebih efektif dibandingkan peringatan tertulis. Khususnya, dalam mencegah anak-anak yang hendak coba-coba untuk memulai kebiasaan merokok.

Makin lama menunda kebijakan peringatan bergambar, makin banyak generasi muda terjerumus dalam kebiasaan merokok. Tiap 1 hari penundaan, diperkirakan ada 10.800 anak usia 10-14 tahun di Indonesia, yang mulai coba-coba merokok. Akibatnya, jumlah perokok di negara ini meningkat 3,9 juta orang tiap tahun.

Upaya mencegah masyarakat merokok sering dianggap dilematis karena industri rokok menyumbang pajak besar dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Namun, penelitian menemukan bahwa pendapatan negara dari cukai rokok, ternyata tak sebanding dengan nilai kerugian yang ditimbulkan karena merokok. Pada 2012, pendapatan negara dari cukai, hanya sebesar Rp 55 triliun. Namun, kerugiannya mencapai Rp 254,41 triliun.

Kerugian tersebut, rinciannya adalah uang yang dikeluarkan untuk pembelian rokok Rp 138 triliun, biaya perawatan medis rawat inap dan jalan Rp 2,11 triliun, kehilangan produktivitas akibat kematian prematur dan morbiditas maupun disabilitas Rp 105,3 triliun.

Biaya perawatan sakit akibat rokok hingga kini juga masih ditanggung dalam BJPS. Namun Wakil Menkes Ali Gufron menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau kembali apakah penyakit yang disebabkan merokok tersebut akan dijamin pemerintah atau tidak.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL