perempuan Gaza

perempuan Gaza

Gaza City, LiputanIslam.com—Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah memutuskan untuk memotong atau menghentikan bantuan makanan untuk ribuan orang Palestina. Hal ini terjadi karena semakin meningkatnya jumlah penduduk miskin Palestina akibat blokade Israel-Mesir terhadap Gaza.

“Mulai bulan April 2014, status Anda akan berubah dari ‘kemiskinan absolut’ menjadi ‘tidak miskin’.” Demikian pesan dai UNRWA yang diterima pada 16 Januari 2014, pukul sembilan pagi oleh Mohammed Jaber (44 tahun), warga kamp pengungsi Bureij di Gaza. Dia pun mendatangi kantor UNRWA. Ternyata, itu adalah pemberitahuan bahwa mulai April 2014, Jaber tidak lagi berstatus miskin absolut, sehingga tidak mendapat jatah bantuan.

Jaber harus menanggung kehidupan satu istri dan enam anak, dengan tanpa penghasilan. Sejak tahun 2007, dia diberhentikan dari kantor pemerintahan Otoritas Palestina (PA) dan tidak lagi mendapat gaji.

Juru bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, menyatakan pihaknya terpaksa menghentikan bantuan pangan terhadap 11.000 keluarga sejak empat bulan lalu karena anggaran yang terbatas.

“Dari jumlah ini, 7.000 di antaranya menyampaikan protes. Setelah diteliti kondisinya, diputuskan 4000 dari mereka kembali menerima bantuan pangan,” kata Abu Hasna.

Dia menambahkan, “Pengaruh terbesar dari blokade [Israel-Mesir] adalah hancurnya sektor swasta, terutama industri besi, logam, dan kayu, sehingga jumlah pengangguran meningkat.”(dw/almonitor)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL