bantuan yamanSana’a, LiputanIslam.com — Bantuan udara yang dilakukan Palang Merah Internasional bagi korban konflik bersenjata di Yaman mengalami kegagalan karena ‘masalah logistik’.

Seperti dilaporkan BBC News, Senin (6/4), organisasi Palang Merah Internasional (ICRC) telah mendapatkan ijin dari Arab Saudi untuk mendaratkan pasawat-pesawat pengangkut bantuan, hari Sabtu lalu (4/4). Namun pesawat-pesawat itu tidak bisa berangkat. Demikian kata Jubir ICRC Claire Feghali kepada BBC.

“Kami masih berusaha mendapatkan pesawat ke Sana’a. Ini cukup sulit  dengan logistik karena kebanyakan perusahaan penerbangan ataupun pesawat-pesawat pengangkut tidak bersedia terbang di wilayah konflik,” kata Feghali.

Namun ia masi optimis bahan-bahan bantuan seberat 48 ton itu bisa diangkut ke Yaman dalam satu atau dua hari lagi.

ICRC menambahkan pihaknya juga tengah berupaya untuk mengirim tim ahli bedah ke kota Aden, namun masih terkendala dengan perijinan oleh pihak-pihak yang terkait dengan konflik di Yaman.

Sebelumnya ICRC berhasil mendapatkan jaminan keamanan dari Saudi Arabia setelah pendekatan selama seminggu lebih. Saudi memimpin pasukan koalisi negara-negara Arab yang menyerang Yaman dengan dalih melindungi kekuasaan Presiden Hadi yang didukung Saudi dan AS.

PBB menyebut lebih dari 500 orang tewas selama serangan udara yang dilancarkan Saudi dan koalisinya di Yaman. Dalam pertempuran terakhir di Aden, Minggu, 53 orang tewas. Pada hari Senin ledakan-ledakan keras terdengar di Aden yang merupakan basis pendukung Presiden Hadi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL