badai vanuatuPort Villa, LiputanIslam.com — Bantuan mulai berdatangan ke Vanuatu setelah terjangan badai Siklon Pam meluluhlantakkan negeri kecil di tengah Samudra Pasifik itu. Presiden Baldwin Lonsdale menyebut badai tersebut sebagai “monster”.

Badai Siklon Pam telah menghancurkan pembangunan di Vanuatu, demikian pernyataan Presiden Londsdale seperti dilansir BBC News, Senin (16/3).

Setidaknya 8 orang dipastikan tewas akibat musibah yang terjadi hari Sabtu tersebut. Namun diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah mengingat masih banyak tempat terisolir yang tidak diketahui nasibnya, terutama di pulau-pulau terpencil.

BBC News melaporkan kondisi di ibukota Port Villa, hari Minggu (15/3), masih luluh lantak. Pohon-pohon, dan tiang listrik malang-melintang di jalanan dan sebagian besar bangunan rusak dan hancur.

“Dalam satu kata, badai ini adalah monster yang menjadikan langkah mundur bagi pemerintah dan rakyat Vanuatu,” kata Presiden Lonsdale di sela-sela acara konperensi internasional penanganan bencana di Tokyo, Jepang, hari Minggu.

Badai Siklon Pam termasuk dalam kategori 5 dengan kecepatan angin mencapai 300 km per-jam saat menerjang Vanuatu hari Sabtu pagi. Badai ini kemudian bergerak ke arah New Zealand, namun dengan kecepatan yang berkurang.

“Ada rumah-rumah yang hancur total dengan beberapa tiang yang masih berdiri,” kata Chloe Morrison, dari organisasi World Vision, kepada BBC.

Sementara reporter BBC Jon Donnison menyebutkan hampir semua rumah di Port Vila mengalami kerusakan. Bangunan-bangunan pemerintah, jembatan-jembatan hingga rumah sakit juga mengalami kerusakan.

Di sisi lain, pesawat-pesawat militer pemberi bantuan telah berdatangan dari Australia dan New Zealand, sementara beberapa negara lainnya telah menjanjikan bantuan. Penerbangan sipil baru bisa beroperasi hari Senin.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Minggu, Oxfam Australia menyebut badai tersebut sebagai “salah satu bencana paling buruk yang pernah terjadi di Pacific”.

“Skala bantuan yang dibutuhkan akan sangat besar,” kata Colin Collet van Rooyen dari Oxfam di Port Vila.

Badai Siklon Pam telah banyak menimbulkan kerusakan di beberapa wilayah di Pasifik Selatan, termasuk Kiribati, dan Solomon Islands serta Tuvalu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*