jessen michelWashington DC, LiputanIslam.com — Seorang pejabat CIA yang menjadi arsitek program penyiksaan yang kini tengah menjadi sorotan publik, mengaku telah kehilangan jabatannya di Gereja Mormon karena hal tersebut.

Sebagaimana dilaporkan Reuters, Jumat (12/12), Bruce Jessen, seorang psikolog dari Angkatan Udara yang direkrut CIA sebagai perancang metode penyiksaan mengatakan ia telah mengundurkan dari dari jabatannya sebagai pemuka Gereja Mormon pada tahun 2012 di tengah kontroversi keterlibatannya dalam program penyiksaan CIA.

Jessen mundur sebagai uskup Gereja Mormon di Spokane, Washington setelah aktifis HAM mengecam keterlibatannya dalam program penyiksaan CIA di media-media lokal.

“Saya merasa tidak adil membawa masalah kontroversi itu kepada sejumlah besar orang, maka saya memutuskan mundur,” kata Jessen kepada Reuters di rumahnya di Spokane, Kamis (11/12).

CIA dikabarkan telah membayar $80 juta kepada perusahaan yang dijalankan oleh Jessen dan rekannya sesama mantan psikolog AU James Mitchell, demikian laporan Komisi Inteligen Senat yang dirilis minggu ini. Dalam laporan itu disebutkan Jessen dan Mitchell telah merekomendasikan praktik penyiksaan waterboarding atau simulasi penenggelaman, dan simulasi penguburan hidup-hidup terhadap terduga teroris yang ditahan CIA.

Dalam laporan itu nama Jessen dan Mitchel tidak disebutkan secara langsung, namun sumber-sumber inteligen mengkonfirmasi kebenaran keduanya.

“Adalah sulit berada pada posisi ini. Anda ingin membuat catatan itu lurus,” kata Jessen seraya menuduh media massa telah mendistori metode penyiksaan CIA.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL