asian infrastruktur bankBeijing, LiputanIslam.com — Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang digalang Cina menyetujui 57 negara anggota sebagai pendirinya. Demikian keterangan Kementrian Keuangan Cina seperti dilansir Russia Today, Kamis (16/4).

Namun, meskipun batas waktu pendaftaran anggota pendiri telah berakhir tanggal 31 Maret lalu, AIIB tetap menerima anggota-anggota baru. Korea Utara dan Taiwan ditolak untuk menjadi anggota, namun Indonesia, Iran dan Israel termasuk dalam daftar anggota pendiri.

“AIIB adalah bank pembangunan multilaterala yang terbuka dan inklusif,” kata Wakil Menkeu Cina Shi Yaobin kepada Xinhua, Rabu (15/4).

Ke-57 negara anggota pendiri berasal dari ke-5 benua, termasuk Asia-Oceania, Eropa, Amerika Latin dan Afrika. Anggota pendiri memiliki keistimewaan, yaitu bisa menentukan aturan bank tersebut. Bank ini ditargetkan akan memiliki modal awal sebesar $50 miliar.

Di antara negara-negara maju, hanya AS dan Jepang yang tidak menjadi anggota pendiri. AS bahkan menentang pendirian bank ini karena dianggap menyaingi Asian Develompment Bank yang didirikan AS dan Jepang.

Russia Today menyebutkan, Rusia bergabung dengan AIIB setelah mengajukan lamaran 2 minggu lalu. Rusia berharap dengan partisipasinya ini perusahaan-perusahaan Rusia bisa terlibat dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Asia-Pasifik.

AIIB diresmikan oleh Cina tahun lalu. Bank ini ditujukan untuk menyediakan pembiayaan bagi pembangunan infrastruktur di kawasan Asia Pasifik. Markas besar bank ini berada di Beijing, Cina. Diharapkan bank ini sudah bisa mulai beroperasi pada akhir tahun ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL