Wakawaka-UgandaKampala, LiputanIslam.com — Bank Dunia menunda pemberian pinjaman senilai $90 juta kepada Uganda menyusul disahkannya UU anti-homoseksualitas di negara Afrika itu. UU tersebut sebelumnya telah mengundang kritikan keras AS dan Eropa yang notabene adalah pengendali institusi pemberi pinjaman dunia itu.

“Kami menunda proyek ini untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kebijakan pembangunan nanti tidak terpengaruh dengan berlakunya UU baru ini,” klaim juru bicara Bank Dunia, Kamis(27/2) kemarin.

Undang-Undang baru yang disahkan pada hari Minggu (23/2) itu memperkuat hukum yang sudah ketat berkaitan dengan homoseksualitas di Uganda. Isi UU memungkinkan pemberian hukuman seumur hidup bagi pelaku homoseksualitas serta diizinkannya kriminalisasi terhadap “promosi-promosi” atas homoseksualitas.

Pinjaman Bank Dunia tersebut seharusnya telah disetujui Kamis lalu guna melengkapi pinjaman tahun 2010 yang difokuskan bagi ibu hamil, bayai baru lahir, dan keluarga berencana, tanpa ada kaitan dengan homoseksualitas.

Washington Post memuat pernyataan President Bank Dunia, Jim Yong Kim mengenai UU baru Uganda dimana ia mengatakan, ”hal ini akan mempengaruhi proyek-proyek kami, juga anggota staff kami yang gay dan lesbian.”

Ia juga menambahkan bahwa UU anti homoseksual di negara Afrika Timur ini bisa menciderai daya saing dengan menurunnya minat perusahaan multinasional untuk berinvestasi di Uganda.

Tanpa menghiraukan kritik barat, President Yoweri Museveni menantangani UU anti Homoseksual awal minggu ini. Mayoritas warga Uganda juga dikenal menentang Homoseksualitas.(lb/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*