Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

Jakarta, LiputanIslam.com – Derasnya hujan yang mengguyur dalam beberapa hari di Solok, Sumatera Barat, menyebabkan banjir setinggi hingga 1,5 meter yang merendam 2.824 rumah warga.

Ribuan warga terjebak banjir di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Kubung, Bukit Sundi dan Gunung Talang. Air tiba-tiba sudah menggenangi rumah mereka, sehingga tidak sempat menuju ke tempat yang lebih tinggi, kata Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan Anantanur di Solok, Jumat (31/10/2014), seperti dilaporkan inilah.com.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok mengerahkan Tim Reaksi Cepat dibantu TNI, Polri, tim SAR, PMI, Tagana Dinas Sosial dan belasan korps relawan yang untuk terjun ke daerah bencana.

“Petugas BPBD masih melakukan pendataan berapa jumlah rumah yang terendam banjir, daerah yang tergenang air akibat luapan sungai Batang Lembang sangat luas,” kata Desra.

Ia menyebutkan kondisi infrastruktur seperti jalan dan jembatan pada sejumlah kejorongan yang tersebar di sejumlah nagari (desa adat) pada tiga kecamatan itu juga mengalami rusak parah.

Seperti di Jorong Bawah Jao Nagari Selayo, Koto Baru, Dilam dan lainnya tergolong sangat parah, pada kejorongan ini ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Tidak hanya merendam rumah, banjir juga merusak belasan hektare areal persawahan penduduk, merusak rumah ibadah seperti masjid dan mushala, termasuk merendam kantor Polsek Kubung dengan ketinggian air mencapai 1 meter.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Solok telah membuka posko bencana banjir di depan kantor Wali Nagari Selayo Kecamatan Kubung, dan telah memberi bantuan darurat berupa beras, mie instan, air mineral dan pakaian, kepada para korban banjir.

“Kami masih melakukan penghitungan lebih terperinci, berapa jumlah rumah warga yang terendam dan berapa kerugian materil akibat bencana banjir ini,” katanya.

Petugas PMI Kabupaten Solok dibantu relawan dan TNI, Polri hingga Jumat siang, masih berupaya mengevakuasi ratusan warga yang terjebak banjir di Jorong Bawah Duku Nagari Selayo dengan ketinggian air sekitar satu meter di rumah meraka.

Sayangnya, masih banyak para korban banjir belum terevakuasi petugas, lantaran warga tidak mau meninggalkan rumah mereka. Warga Solok, yang kini dalam kondisi memprihatinkan, masih membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL