torrential- rain londonLondon, LiputanIslam.com — Di tengah-tengah bencana banjir kota London yang semakin meluas, PM David Cameron pun memperingatkan kondisi yang lebih buruk. Namun pada saat yang sama ia juga mendapat kecaman karena dianggap tidak tanggap terhadap bencana.

“Sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa ancaman akan berkurang, dan dengan kondisi hujan dan angin yang diramalkan minggu ini, segalanya mungkin akan bertambah buruk sebelum akhirnya membaik,” kata Cameron, Selasa (11/2).

Menurut Cameron, dalam penanganan bencana ini, uang tidak akan menjadi masalah. “Uang tidak menjadi halangan dalam upaya penyelamatan ini,” katanya.

Banjir besar di Inggris tahun ini mulai terjadi di wilayah barat-daya Inggris tujun minggu lalu. Namun kemudian banjir mengarah ke kota London. Lebih dari 1.000 kk di pinggiran Sungai Thames telah diungsikan, meliputi wilayah-wilayah Wraysbury, Datchet dan Chertsey.

Situasi dikhawatirkan akan semakin buruk dengan adanya perkiraan terjadinya hujan deras disertai badai pada hari Jumat (14/2).

Pemerintahan yang dipimpin Cameron kini harus menghadapi kecaman keras dari kubu oposisi maupun masyarakat luas karena dianggap gagal melakukan tindakan pencegahan dan tindakan-tindakan lainnya yang diperlukan untuk mengurangi dampak banjir.

Warga yang frustrasi mengecam pemerintah yang gagal melakukan respon cepat untuk mengurangi penderitaan warga. Alih-alih mereka hanya melihat para pekerja sukarela yang memberikan pertolongan kepada mereka saat rumah-rumah mereka ditelan banjir.

Su Burrows, seorang pekerja sukarela menyebutkan di wilayah Wraysbury terdapat sekitar 1.000 pekerja sukarela dan tidak ada satupun petugas dari pemerintah. “Tidak satupun!” katanya.

Ironisnya bencana banjir ini terjadi setelah pemerintahan Cameron mengurangi belanja pemerintah untuk urusan lingkungan hidup, sejak ia memegang kekuasaan tahun 2010.

Chris Smith, Kepala Badan Lingkungan Inggris telah menyatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan pemerintah bahwa pengurangan anggaran akan mengurangi kemampuan Badan Lingkungan mencegah bencana banjir.(ca/press tv/dailymail)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL