eksekusi bangladeshDhaka, LiputanIslam.com — Seorang tokoh politisi oposisi yang dinyatakan bersalah karena kasus ‘kejahatan perang’ dalam Perang Kemerdekaan Tahun 1971, dihukum gantung di sebuah penjara di Dhaka.

Mohammad Kamaruzzaman dari Partai Jamaat-e-Islami dinyatakan bersalah atas kejahatan perang oleh pengadilan bulan Mei 2013. Ia didakwa terlibat pembunuhan sekitar 120 petani-petani tak bersenjata.

Ia digantung setelah menolak untuk mengajukan grasi kepada Presiden. Demikian BBC News melaporkan, Sabtu (11/4).

Kamaruzzaman adalah orang penting ketiga dari partai oposisi Jamaat-e-Islami. Ia juga orang kedua yang dari partai ini yang dihukum mati karena dakwaan serupa. Desember 2013 lalu Abdul Kader Mullah, Asisten Sekjend Jamaat-e-Islami sejak tahun 2010 dan mantan editor di media milik partai tersebut, juga telah dihukum gantung karena dakwaan serupa.

Selain mereka, berikut adalah tokoh-tokoh oposisi lain yang juga telah divonis mati dan menunggu giliran untuk dieksekusi atau telah meninggal sebelum dieksekusi: mantan pemimpin Jamaat-e-Islami Ghulam Azam yang meninggal di tahanan tahun 2014, mantan anggota parlemen dari Bangladesh Nationalist Party dan ketua Jamaat-e-Islami Motiur Rahman Nizami yang divonis pada bulan Oktober 2014, mantan anggota parlemen dari Jamaat-e-Islami Delwar Hossain Sayeedi yang dipenjara seumur hidup, Sekjend Jamaat-e-Islami Ali Ahsan Mohammad Mujahid yang dihukum mati pada bulan Juli 2013, mantan menteri dari Bangladesh Nationalist Party minister Salahuddin Quader Chowdhury yang divonis mati pada bulan Oktober 2013.

Pada hari Sabtu petang keluarga Kamaruzzaman mengunjungi penjara tempat ia ditahan sebelum dieksekusi. Sementara keamanan ditingkatkan di luar penjara untuk menghadapi demonstran anti dan pro-pemerintah.

Dalam dakwaan terhadap dirinya, Kamaruzzaman bersama pasukan Pakistan disebut-sebut telah melakukan pembantaian terhadap setidaknya 120 petani di sebuah wilayah terpencil di Sohagpur.

Tiga orang janda korban pembantaian itu memberikan kesaksiannya melawan Kamaruzzaman di pengadilan. Mereka menyebut Kamaruzzaman telah menuntun pasukan Pakistan menuju desa mereka untuk melakukan pembantaian. Namun pengacaranya menyebut kliennya tidak mendapatkan pengadilan yang adil.

Perang Kemerdekaan Bangladesh terjadi tahun 1971 ketika sebagian warga Bangladesh, dengan dibantu India, melakukan pemberontakan terhadap Pakistan yang saat itu merupakan pemerintah wilayah tersebut. Sebagian warga Bangladesh, atau Pakistan Timur, sebaliknya mendukung pasukan Pakistan untuk memadamkan pemberontakan.

Akibat pertempuran sekitar 10 juta warga Bangladesh atau Pakistan Timur mengungsi ke India. Pada bulan Desember 1971 pasukan India menginvasi Bangladesh dan pasukan Pakistan akhirnya menyerah di Dhaka. Pada tanggal 16 Desember 1971 atau dukungan India, Bangladesh pun memproklamirkan kemerdekaannya dari Pakistan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL